Ini Alasan Turis Asing Lebih Tertarik Berwisata ke Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa remaja membawakan Tari Pendet saat pembukaan Kuta Karnival ke-7 di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (19/9). Kegiatan tahunan untuk kampanye pariwisata itu akan berlangsung 19 - 27 September 2009.. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Beberapa remaja membawakan Tari Pendet saat pembukaan Kuta Karnival ke-7 di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (19/9). Kegiatan tahunan untuk kampanye pariwisata itu akan berlangsung 19 - 27 September 2009.. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Makassar -  Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah harus mengakui wisatawan asing belum yakin bepergian ke wilayah Indonesia selain Bali.

    Menurut Bambang, hal tersebut memang menjadi tantangan dan perhatian pemerintah untuk bekerja keras menjadikan daerah-daerah lain menadi  destinasi wisata yang menarik. Pemerintah pusat dan daerah perlu menciptakan tujuan wisata yang membuat turis nyaman dengan Indonesia.

    Baca Juga: Turis Asing Akan Dilibatkan Dalam Festival Bahari Badung

    "Jadi harus lengkap infrastruktur dan sesuai dengan standar internasional dan kita harapkan ikut menumbuhkan keunggulan lokal," kata Bambang kepada jajaran pemerintah daerah dalam rapat koordinasi teknis pembangunan di Makassar, Rabu 1 Maret 2017.

    Bambang menambahkan mendatangkan wisatawan luar negeri memerlukan banyak persyaratan. Karena turis tidak akan datang begitu saja jika tidak merasa aman dan nyaman di negara tersebut.

    Bambang menegaskan, peningkatan kunjungan wisataan saat ini mencapai 12 juta orang. Jumlah ini naik 2 juta orang dibanding periode sebelumnya.

    Simak: Jumlah Turis Asing ke Bali Melonjak, dari Mana Saja?

    Bambang berujar untuk mengejar target kunjungan wisata 20 juta orang di tahun 2020, masih memerlukan kerja keras. Karena itu  pemerintah daerah harus memperhatikan sektor pariwisata karena bernilai strategis bagi perekonomian daerah.

    Pariwisata, kata Bambang,  adalah kegiatan ekonomi yang mempunyai multiplier efek yang tidak hanya besar tetapi juga segera (cepat menghasilkan pertumbuhan). "Begitu ada pariwisata kebutuhan hotel meningkat, kebutuhan untuk tranportasi lokal meningkat, kebutuhan guide dan suvenir juga meningkat."

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.