Smelter Freeport, Ini Harapan Soekarwo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama peraih nobel ekonomi,  Profesor Robert Fry Eagle III  di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, 20 Februari 2017. (Kredit: humas pemprov Jawa Timur)

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama peraih nobel ekonomi, Profesor Robert Fry Eagle III di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, 20 Februari 2017. (Kredit: humas pemprov Jawa Timur)

    TEMPO.COSurabaya - Perundingan antara PT Freeport Indonesia dan pemerintah belum selesai dilaksanakan. Meski demikian, Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap kedua pihak segera mencapai kata sepakat sehingga rencana pembangunan smelter Freeport di Kabupaten Gresik segera terealisasi.

    “Karena pembangunan smelter Freeport di Gresik ini akan menciptakan iklim industri yang baik,” kata Soekarwo saat menerima kunjungan dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, 1 Maret 2017.

    Soekarwo mengatakan pemerintah Jawa Timur telah menyiapkan 80 hektare untuk pembangunan smelter Freeport di Kabupaten Gresik, yang nantinya mampu menampung 2 juta ton hasil tambang. Pembangunan smelter ini, Soekarwo menambahkan, akan mengurangi impor bahan baku dari negara lain. 

    Baca: Bupati Mimika Siapkan Lahan Smelter Freeport di Timika

    Berdasarkan data, 79 persen bahan baku industri di Jawa Timur merupakan impor. Sehingga, dengan adanya smelter, diharapkan impor bahan baku turun menjadi 50 persen. “Ini bisa mengurangi ongkos produksi,” kata Soekarwo.

    Dalam kesempatan yang sama, Soekarwo juga memaparkan kawasan industri di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Di antaranya Kota Surabaya dengan industri jasa, kemudian Gresik, Pasuruan, Banyuwangi, Lamongan (industri kapal dan dok), serta Tuban (minyak dan gas bumi). Selain itu, Soekarwo menambahkan, saat ini pemerintah Jawa Timur sudah membangun pelabuhan baru di Probolinggo, yang merupakan kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). “Sebanyak 30 persen lebih efisien dibanding Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.

    Baca: Kementerian BUMN Jamin Inalum Siap Kelola Tambang Freeport

    Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, berharap ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak terkait dengan permasalahan Freeport. Dia mengatakan win-win solution akan bernilai positif bagi investor asing yang akan berinvestasi di Indonesia. Hal tersebut juga menunjukkan Indonesia mempunyai daya saing yang bagus.

    Donovan mengatakan, selama tiga tahun terakhir, banyak perusahaan Amerika yang berinvestasi di Jawa Timur dengan total investasi US$ 900 juta. Rencananya, pada April tahun ini, sejumlah pengusaha Amerika akan kembali berkunjung ke Jawa Timur untuk mengadakan Franchise Fair atau Pameran Waralaba dari Amerika Serikat. “Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor nomor satu dari Indonesia, serta merupakan pasar terbesar bagi Indonesia,” kata Donovan.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.