Manfaatkan Aksi Beli, Laju Obligasi Bisa Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market Permata Bank, Jakarta, Selasa (10/1). ANTARA/Rosa Panggabean

    Refleksi karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market Permata Bank, Jakarta, Selasa (10/1). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memprediksi pasar obligasi menguat hari ini. Aksi beli diharapkan mampu menjaga penguatan lanjutan.

    Reza mengatakan, aksi di pasar reguler terlihat sepi. Namun, pasar lelang Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan kenaikan animo pelaku pasar. Jumlah lelang yang diminati lebih tinggi dari sebelumnya namun penyerapan pemerintah lebih rendah dari sebelumnya.

    Simak:Awal Maret, IHSG Diprediksi Cenderung Koreksi

    "Bertahannya aksi beli diharapkan dapat terjadi untuk menjaga penguatan lanjutan pada laju pasar obligasi," kata Reza seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 1 Maret 2017.

    Menurut Reza, pelaku pasar masih cenderung bertahan meski diimbangi dengan adanya aksi jual. Akibatnya pergerakan yield obligasi Surat Utang Negara (SUN) cenderung masih berhimpitan dengan yield sebelumnya. "Ini menandakan kenaikan masih terbatas."

    Baca jugaPelaku Bom Bandung Terkait Jaringan Purwakarta, Ini Jejaknya

    Pergerakan tenor pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami kenaikan yield 2,64 bps. Sementara tenor menengah (5-7 tahun) naik 1,98 bps dan panjang (8-30 tahun) turun -1,12 bps.

    Meski masih diikuti dengan adanya aksi jual, Reza mengatakan bertahannya aksi beli masih mempertahankan laju pasar SUN. Tak terkecuali, pada seri obligasi benchmark.

    FR0053 yang memiliki waktu jatuh tempo ±6 tahun memiliki harga 99,04 persen memiliki yield 7,22 persen. Angkanya turun -2,08 bps dari sehari sebelumnya di harga 98,95 persen dengan yield 7,24 persen. Sementara FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun memiliki harga 101,65 persen dan yield 8,08 persen atau turun -0,13 bps dari sehari sebelumnya di harga 101,64 persen dan yield 8,08 persen.

    Simak pulaDampak Tarif Listrik Naik, Prediksi Inflasi Februari Tinggi

    Kemarin, Selasa, 28 Februari 2017, rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,001 bps di level 111,997 dari sebelumnya di level 111,996. Sementara rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,01 bps di level 106,595 dari sebelumnya di level 106,59.

    Reza menuturkan, laju yield obligasi korporasi masih cenderung bergerak flat naik tipis. Obligasi korporasi dengan rating AAA untuk tenor 9-10 rata-rata yield di kisaran level 9,60 persen - 9,62 persen. Obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, yieldnya berada di kisaran level 9,96 persen - 9,97 persen. Sementara yield pada rating A dengan tenor 9-10 tahun berada di kisaran 11,01 persen - 11,03 persen. Untuk rating BBB, yield berada di kisaran 13,98 persen - 14,00 persen.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.