Jual Saham Aramco, Arab Saudi Tak Lagi Andalkan Minyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menggelar konferensi pers terkait dengan kunjungan Raja Arab Salman di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 28 Februari 2017. Tempo/Maya

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menggelar konferensi pers terkait dengan kunjungan Raja Arab Salman di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 28 Februari 2017. Tempo/Maya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi berencana menawarkan sebagian saham Saudi Arabian Oil Co atau Saudi Aramco untuk pertama kalinya di Indonesia. Initial public offering (IPO) Aramco ini digadang-gadang akan menghasilkan Rp 1 triliun lebih.

    "Benar pemerintah Arab akan menjual sebagian saham Aramco," kata Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi saat menggelar konferensi pers di kantor Kedutaan Besar Arab di Jakarta, Selasa, 28 Februari 2017.

    Baca: Raja Salman Akan Berkunjung ke Jakarta Bawa 800 Staf

    Osama berujar penjualan sebagian saham ini merupakan salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk mendongkrak perekonomian Arab. "Karena visi pada 2030, Saudi Arabia sudah tidak tergantung dengan minyak," katanya.

    Meski demikian, Osama menuturkan turunnya harga minyak tidak mempengaruhi perekonomian Arab Saudi. "Harga minyak turun, tapi ekonomi masih stabil," ujar dia.

    Baca: Raja Arab Datang, ke Mana Partai Islam?

    Arab Saudi menyatakan akan melepas 5 persen saham Saudi Aramco kepada publik. Dalam wawancara dengan CNBC News, Raja Salman menyebut nilai saham Saudi Aramco mencapai US$ 2 triliun.

    Artinya, saham yang dilepas sekitar US$ 100 miliar atau Rp 1.383 triliun. Penjualan ini akan mengalahkan rekor IPO terbesar Alibaba Group Holding Ltd, yang mengumpulkan US$ 25 miliar saat penawaran perdana.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).