Menjelang Pidato Donald Trump Harga Emas Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Chicago - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir menguat pada Senin sore waktu New York (Selasa pagi WIB, 28 Februari 2017). Penguatan didorong ketidakpastian menjelang pidato Presiden Donald Trump di hadapan Kongres pada Selasa waktu setempat. Kondisi itu membuat permintaan logam mulia meningkat.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik US$ 0,5 atau 0,04 persen, menjadi US$ 1.258,8 per ounce.

    Logam mulia mendapat dukungan karena para pedagang sedang bersiap untuk volatilitas pasar menjelang pidato Trump, sehingga mendorong permintaan terhadap aset-aset “safe haven" seperti emas.

    Baca : IHSG Berpotensi Tertekan, Bergerak di 5.330-5.400

    Indeks dolar AS turun 0,15 persen menjadi 101,11 pada pukul 19.10 GMT. Indeks dolar adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi para investor.

    Emas diberi dukungan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan barang tahan lama meningkat 1,8 persen selama Januari, persis sesuai dengan harapan para investor.

    Analis mencatat pelemahan dalam barang-barang yang mengecualikan transportasi, karena penguatan dalam manufaktur pesawat terbang secara tidak wajar menopang ukuran barang-barang tahan lama. Para analis yang sama mencatat penurunan 0,4 persen dalam barang modal inti, yang memberi dukungan kepada emas.

    Baca : Antam Nyatakan Siap Garap Tambang Freeport

    Para pelaku pasar juga mengamati kemungkinan untuk kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Fed Rate) sebelum pidato Trump yang dijadwalkan pada Selasa waktu setempat, untuk referensi setidaknya dalam seminggu ini. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 persen menjadi 1 persen paling cepat pada Mei mendatang.

    Menurut prediksi Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat untuk menaikkan suku bunga adalah 35 persen pada pertemuan Maret dan 55 persen untuk pertemuan The Fed pada Mei.

    Investor sedang menunggu beberapa laporan ekonomi utama minggu ini. Laporan produk domestik bruto dan perdagangan internasional dalam barang akan dirilis pada Selasa waktu setempat, pendapatan dan pengeluaran pribadi pada Rabu mendatang, klaim pengangguran mingguan pada Kamis, dan pada Jumat juga ada beberapa pejabat Fed memberikan pidato, termasuk Gubernur The Fed, Janet Yellen.

    Perak untuk pengiriman Mei naik 1,1 sen, atau 0,06 persen, menjadi ditutup US$ 18,417 AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 10,2 atau 0,99 persen, menjadi ditutup pada level US$ 1.038,9 per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.