PGN Terus Ekspansi Tingkatkan Distribusi Gas Bumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa tekanan gas di Pressure Reducing Station PT PGN di Semarang, 8 September 2016. PGN area Semarang telah menyalurkan ke delapan pelanggan industri di kawasan Tambak Aji. ANTARA FOTO

    Petugas memeriksa tekanan gas di Pressure Reducing Station PT PGN di Semarang, 8 September 2016. PGN area Semarang telah menyalurkan ke delapan pelanggan industri di kawasan Tambak Aji. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terus melakukan ekspansi untuk meningkatkan distribusi gas bumi di Lampung. Pada tahun ini, PGN Lampung menargetkan untuk menambah 6 pelanggan industri dengan penjualan total 27 juta m3.

    Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto mengatakan per 27 Februari 2017, jumlah pelanggan industri dan pembangkit listrik mencapai 22 pelanggan, diantaranya PLN, hotel, perusahaan pakan ternak, pabrik pengeringan jagung, produsen minuman ringan. “Besok akan ada penambahan satu pelanggan lagi, jadi 23 pelanggan,” kata Wendi saat ditemui, Senin 27 Februari 2017.

    Menurut Wendi, penggunaan BBG pada industri akan menekan biaya produksi hingga mencapai 40 persen jika menggunakan perbandingan harga bahan bakar minyak saat ini. “Dari segi biaya, ada efisiensi, harga BBG hanya Rp 4.500 per m3, dan harganya cenderung stabil tidak seperti BBM yang fluktuatif,” ujarnya,

    Keuntungan lainnya, tambah Wendi, BBG lebih ramah lingkungan karena pembakaran optimal, serta ada jaminan ketersediaan. “Berapapun kebutuhan industri, pasti akan kami pasok,” kata Wendi.

    PGN Lampung memiliki pipa yang terpasang sepanjang Labuhan Maringgai hingga Bandar Lampung dengan tiga ujung pipa yang ada di Tarahan, Soekarno Hatta, dan Gatot Subroto. Sehingga pemasangan saluran untuk pelanggan baru lebih mudah.

    Untuk mencapai target pelanggan baru, Wendi mengatakan akan terus menggencarkan sosialisasi penggunaan BBG kepada industri. “Pemasarannya ada dua cara, pertama kami mendatangi langsung perusahaan industri atau mereka datang sendiri setelah mendengar testimoni keuntungan yang diperoleh dari perusahaan lain,” ujar Wendi.

    Mengenai pelanggan rumah tangga, setelah melakukan pengukuran dan survei di tahun 2016. Target yang semula hanya 12ribu pelanggan, ternyata peminat yang terdata mencapai 15ribu untuk wilayah Bandar Lampung.

    Sekitar April atau Mei, Wendi mengatakan, konstruksi pipa BBG untuk pelanggan rumah tangga akan segera dibangun. Ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2017. Penggunaan BBG untuk pelanggan rumah tangga, kata Wendi, akan menghemat hingga 70 persen bagi yang sebelumnya menggunakan LPG 12 kilogram. sedangkan bagi pengguna LPG subsidi 3kg akan menghemat 30-40 persen. Harga BBG untuk rumah tangga hanya Rp 2950 per m3.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.