Bertemu Inalum, Luhut Bahas Holding BUMN Pertambangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 September 2016. Rapat ini membahas asumsi makro terkait sektor energi untuk acuan dalam RAPBN 2017 serta laporan kebijakan Menteri ESDM pasca reshuffle. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 September 2016. Rapat ini membahas asumsi makro terkait sektor energi untuk acuan dalam RAPBN 2017 serta laporan kebijakan Menteri ESDM pasca reshuffle. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Turut hadir dalam pertemuan ini Direktur Utama PT Inalum Winardi Sunoto.

    Menurut Luhut, pertemuan ini membahas mengenai proses holding pada sektor pertambangan. Perusahaan yang berbasis di Sumatera Utara ini memaparkan mengenai persiapan sebelum holding terbentuk.

    Baca Juga: Jatam Desak Pemerintah Hentikan Operasi Freeport ...

    "Saya tanya berapa sih total aset, kami mesti lihat kemampuan mereka kalau pada akhirnya masuk di Freeport," kata Luhut Pandjaitan saat ditemui di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin 27 Februari 2017.

    Luhut menambahkan aset tambang Freeport di Papua, bukanlah green field atau lapangan baru. Sehingga Inalum untuk masuk sendiri  ambil alih Freepot masih memungkinkan. "Minjam duit ke bank tak susah, apalagi state owned company, perusahaannya juga sehat, barang yang diambil bagus."

    Saat ini, Luhut menambahkan pemerintah sedang mengkaji soal apakah yang ambil alih Freeport adalah holding BUMN tambang ataukah satu BUMN tertentu. Terlebih ruang pembicaraan dengan Freeport juga masih dibuka.

    Simak: Pemerintah Siapkan Inalum untuk Kelola Freeport 

    Mengenai divestasi saham Freeport, kata Luhut, kalau pun opsi itu diambil pasti akan dilakukan bertahap. Alasannya karena memang tak mungkin untuk dilakukan sekaligus. "Bertahaplah itu, sedang dibicarakan berapa tahun," ucap Luhut.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.