Kalla Berikan Tip agar UMKM Jadi Konglomerat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tas kerajinan asli Louksemawe yang dibeli Mufidha Kalla di pameran UMKM di Balai Kartini, Jakarta, 26 Agustus 2016. Tempo/Vindry Florentin

    Tas kerajinan asli Louksemawe yang dibeli Mufidha Kalla di pameran UMKM di Balai Kartini, Jakarta, 26 Agustus 2016. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil-menengah bisa menjadi cara menurunkan kesenjangan di masyarakat. Melalui pembiayaan, pengusaha kecil menengah diharapkan berkembang dan menciptakan lapangan kerja lebih banyak.

    "Yang selalu kami sampaikan adalah bagaimana pengusaha-pengusaha kecil mendapat akses yang mudah, murah, dan sustainable serta menjadi usaha menengah-besar," ucap Kalla, Senin, 27 Februari 2017, dalam rekaman suara Setwapres di acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Mikro Finance BRI, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Baca: Datang ke Indonesia, Raja Arab Bawa Eskalator Sendiri

    Menurut Kalla, pembiayaan yang mudah, murah, dan berkelanjutan akan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kecil-menengah untuk terus bertumbuh dan berkembang. Dari pelaku usaha kecil, mereka bisa menjadi pengusaha menengah dan besar. Dari awalnya bekerja sendiri, mereka bisa menyerap lapangan kerja, mulai satu orang, lima orang, hingga seterusnya.

    Kalla berujar, penyerapan tenaga kerja oleh pelaku usaha kecil-menengah akan mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan miskin. Kalla menuturkan kesenjangan yang terus terjadi di suatu negara bisa menggoyahkan suatu negara. "Pengalaman di banyak negara seperti itu, juga pengalaman kita," kata Kalla.

    Baca: DPR: Kunjungan Raja Salman Sangat Strategis

    Kalla mencontohkan, pergolakan politik yang terjadi di Timur Tengah berupa Arab Spring salah satu faktor penyebabnya adalah kesenjangan, di samping masalah ideologis. Karena itu, pemerintah terus berupaya mengurangi kesenjangan di masyarakat. Cara yang dilakukan tidak dengan menurunkan orang yang kaya, tapi menaikkan orang yang kecil.

    "Itulah langkah yang harus kita perbaiki, yaitu bagaimana para pengusaha kecil itu mendapat akses yang lebih baik, mendidik, dan mendorongnya," ucap Kalla. Dengan cara itu, ujar dia, pendapatan masyarakat kecil dapat dinaikkan, lapangan kerja bisa diperluas, dan harmoni bangsa bisa diciptakan.

    AMIRULLAH SUHADA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.