Sambut Raja Salman, Pemerintah Siapkan Tim Kebersihan Pantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan Kedutaan Besar Arab Saudi memasuki Gedung DPR RI saat memantau persiapan kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 25 Februari 2017. ANTARA FOTO

    Rombongan Kedutaan Besar Arab Saudi memasuki Gedung DPR RI saat memantau persiapan kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 25 Februari 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung menerjunkan tujuh tim reaksi cepat guna‎ mempercantik kawasan Nusa Dua dan sekitarnya untuk menyambut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

    Baca: Ada Wisata Halal, Rombongan Raja Arab Akan Mampir ke Lombok

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Mertawan mengatakan pihaknya akan membersihkan jalan, pantai, telajakan, sampai banner liar akan dicopot agar tidak mengganggu pemandangan.

    "Tidak ada bau limbah di jalan got jalur utama atau sekitar tempat wisata dan ruang publik," ujar Eka Mertawan melalui pesan pendek, Minggu, 26 Februari 2017.

    Baca: Balas Israel, Netanyahu Dilarang Terbang di Langit Indonesia

    Dia mengungkapkan tujuh tim tersebut meliputi tim kebersihan Pantai Nusa Dua dan Tanjung Benoa, tim kebersihan pantai selatan (Geger dan Pandawa), dan tim pantai barat (Dreamland sampai Pererenan). Selain itu, tim URC perindang, tim kebersihan, tim buser pembuang limbah cair, dan tim kebersihan jalan serta antisipasi spanduk liar.

    Eka Mertawan memaparkan seluruh tim sudah mulai bekerja hari ini dan menyisir lokasi yang sudah ditentukan agar tidak ditemukan adanya sampah maupun limbah. Dia mengungkapkan menurunkan tim khusus di sekitar kawasan BTDC Nusa Dua bersama dengan tim ITDC untuk memastikan pantai di sepanjang Nusa Dua hingga Tanjung Benoa bersih.

    "Kami harus berkontribusi positif untuk citra pariwisata Badung, dari pro lingkungan kami tidak mau sisi lingkungan dijadikan kampanye hitam oleh negara pesaing," katanya.
       
    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.