Di Sydney, Jokowi Pamer Proyek Infrastruktur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Perdana Menteri Wales, Gladys Berejiklian (kiri) saat berkunjung ke Sydney, Australia, 25 Februari 2017. Kunjungan Jokowi juga guna bernegosiasi terkait penyelesaian IACEPA. AP Photo

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Perdana Menteri Wales, Gladys Berejiklian (kiri) saat berkunjung ke Sydney, Australia, 25 Februari 2017. Kunjungan Jokowi juga guna bernegosiasi terkait penyelesaian IACEPA. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang tengah menetap di Australia. Hal itu dilakukan di ujung kunjungan kerja Presiden selama dua hari di Negeri Kanguru itu.

    Baca: Pengusaha Australia: Indonesia Merupakan Top 5 Rekan Bisnis

    Melalui tayangan langsung di kanal YouTube Presiden Joko Widodo, Jokowi memamerkan sejumlah proyek infrastruktur nasional yang tengah diproses. Di hadapan ribuan pelajar, mahasiswa, dan warga Indonesia, Jokowi menjelaskan proyek jalan trans Papua.

    "Trans Papua dibangun agar ada keadilan bagi rakyat Indonesia," kata dia, Ahad, 26 Februari 2017, waktu setempat, di Sydney.

    Baca: Kementerian PUPR Prioritaskan Air Baku di Pulau Terluar

    Kepala Negara menyatakan jalan trans Papua belum sepenuhnya di aspal. Namun hal itu tidak menjadi persoalan. Ia menilai hal utama dalam pengerjaan proyek infrastruktur di Indonesia ialah keberanian memulai. Jokowi menargetkan pada 2018 jalan Trans Papua sudah teraspal.

    "Bulan depan saya mau trail (jelajah) dari Wamena ke Merauke. (Trail) karena kan belum diaspal," ucapnya.

    Proyek lain yang ditunjukkan ialah mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT) Jakarta. Dua proyek itu, khususnya LRT, dinilai sudah bertahun-tahun tertunda. Namun baru hari ini proyek transportasi massal itu bisa berjalan. Jokowi mengatakan kunci dari pengerjaan proyek infrastruktur ialah keberanian pemimpin. "Saya pelajari di birokrasi kita kalau tidak dimulai ya mundur," tuturnya.

    Jokowi menegaskan pemimpin harus berani mengambil keputusan dengan segala risiko yang ada. "Begitu kami putuskan, ya jalan," ucap Presiden Jokowi. Ia menuturkan kehadiran MRT dan LRT amat diperlukan untuk mengurangi kemacetan.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan setiap tahunnya negara bisa dirugikan Rp 28 triliun akibat pembuangan bahan bakar transportasi pribadi. Agar pemborosan tidak terus terjadi, ia menargetkan proyek MRT dan LRT tuntas pada 2019. "Semakin mundur proyek infrastruktur semakin mahal," kata Jokowi.

    Selain dua proyek itu, Presiden memaparkan pembangunan wilayah perbatasan negara. Saat ini pemerintah sudah menyelesaikan pengerjaan pos lintas batas negara di Entikong, Kalimantan Barat; dan Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Masih ada lima pos lintas batas negara lainnya yang akan dipercantik.

    Di akhir pidatonya, Presiden Jokowi mengajak mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Australia untuk pulang ke Indonesia bila telah selesai. "Yang sudah kerja di sini, silakan buka bisnis di Tanah Air. Ada banyak peluang bisa diambil," kata dia.

    Selama dua hari, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Australia. Ada sejumlah kesepakatan kerja sama yang akan dilakukan kedua negara. Salah satunya ialah peningkatan kerja sama di sektor pariwisata dan pendidikan.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.