Kunjungi Indonesia, Raja Arab Siapkan Investasi US$ 7 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seskab Pramono Anung. TEMPO/Subekti.

    Seskab Pramono Anung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud akan meneken perjanjian investasi senilai US$ 7 miliar saat berkunjung ke Indonesia awal Maret mendatang.

    Baca : Sambut Raja Salman, Hotel Bertarif Puluhan Juta Disiapkan

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan salah satu investasi berasal dari perusahaan minyak Arab Saudi yaitu Saudi Aramco. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan PT Pertamina untuk mengembangkan kilang minyak di Cilacap.

    Pramono mengatakan total investasi pembangunan kilang tersebut mencapai US$ 6 miliar. "Selain itu juga akan ada project lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar 1 miliar dollar AS dan project-project lainnya," katanya seperti dilansir keterangan tertulis, Selasa, 21 Februari 2017.

    Baca : Jokowi Temui PM Australia, Berikut Daftar Kerja Samanya

    Pertamina dan Aramco telah menandatangi Head of Agreement (HoA) proyek kilang Cilacap pada Kamis, 26 November 2016. HoA diteken oleh Direktur Utama Pertamina dan President and CEO Saudi Aramco di Cilacap.

    Raja Salman dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada 1 hingga 9 Maret 2017. Ia kan melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Selanjutnya, Raja Salman akan menikmati liburan di Bali.

    Presiden Joko Widodo akan menjemput langsung Raja Salman di bandara. Hal itu bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan kedua negara. “Karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman," kata dia.

    Raja Salman akan membawa romobongan besar saat berkunjung ke Indonesia. Pramono mengatakan ia memboyong sekitar 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?