Peneliti UGM Sebut Ancaman Freeport Hanya Gertak Sambal

Reporter

President dan CEO Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Anderson (rambut putih) memberikan keterangan pers di Hotel Fairmont, Jakarta, 20 Februari 2017. Tempo/Vindry Florentin

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai kecil kemungkinan Freeport akan menerapkan ancaman yang sudah ditebar kepada pemerintah Indonesia.

"Ancaman Freeport itu belum tentu benar-benar dilaksanakan," kata Fahmy dalam siaran tertulis, Kamis, 23 Februari 2017.

Fahmy mengatakan unit usaha perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc itu, akan menghitung cost and benefit dalam menerapkan ancamannya.

Baca juga: Sri Mulyani: Sikap Freeport Merugikan Diri Sendiri

Salah satu perhitungan Freeport, ujar dia, ialah semakin merosotnya harga saham McMoran Copper & Gold Inc di Bursa New York (FCX).

"Salah satu penyebab sentimen penurunan harga saham FCX adalah tidak adanya kepastian perpanjangan kontrak karya Freeport dari pemerintah Indonesia," ujarnya.

Fahmy mengungkapkan harga saham FCX dua tahun lalu masih bertengger sekitar US$ 62 per saham. Namun, harga sahamnya terpuruk pada perdagangan akhir Desember 2015 menjadi US$ 8,3 per saham. Pada Januari 2016, harga saham FCX turun lagi menjadi US$ 3,96 per saham.

Menurut Fahmy, penerapan ancaman Freeport itu dapat semakin memperburuk harga saham FCX. Bahkan, kata dia, tak menutup kemungkinan penurunan harga saham FCX yang berkelanjutan akan memicu kebangkrutan McMoran Coppers & Gold Inc.

"Tentu direksi dan pemegang saham tidak menghendaki kebangkrutan benar-benar menimpa McMoRan Copper & Gold Inc," kata dia.

Berdasarkan hitung-hitungan tersebut, Fahmy menyebut ancaman Freeport tak lebih dari sebuah gertakan sambal. Namun dia menyatakan gertakan itu tetap harus dilawan seluruh komponen bangsa Indonesia.

Selain itu, dia mengatakan tak ada alasan bagi pemerintah untuk gentar menghadapi ancaman Freeport selama pelarangan ekspor konsentrat berada pada peraturan perundangan yang berlaku. Sebab, ancaman tersebut dinilai sudah sangat berlebihan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan sebelumnya melarang ekspor konsentrat tanpa diolah dan dimurnikan di smelter dalam negeri. Namun pemerintah memberikan jalan tengah dengan menerbitkan PP Nomor 1 Tahun 2017 tentang Minerba.

Peraturan pemerintah itu mewajibkan perusahaan pemegang kontrak karya (KK) mengolah dan memurnikan konsentrat di smelter dalam negeri, kecuali bersedia mengubah status kontrak dari KK menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Simak juga: Menkeu: Kalau Freeport Berhenti, Jatuh Sahamnya

Awalnya, Freeport menyetujui status IUPK, tapi belakangan menolak persyaratan terkait dengan divestasi 51 persen secara bertahap dalam 10 tahun. Juga sistem fiskal prevailing atau besaran pajak yang berubah seiring dengan berubahan peraturan pajak di Indonesia.

Menurut Fahmy, Freeport ngotot tetap menggunakan sistem fiskal naildown atau besaran pajak tetap seperti yang diterapkan sebelumnya dengan status KK. Karena itu, Freeport pun menebar ancaman akan memperkarakan pemerintah Indonesia ke Arbitrase Internasional bila dalam 120 hari tuntutan mereka tak dipenuhi.

FRISKI RIANA

Video terkait:






Bahlil Ungkap Sinyal Perpanjang Kontrak Freeport: Sekarang Punya Indonesia

53 hari lalu

Bahlil Ungkap Sinyal Perpanjang Kontrak Freeport: Sekarang Punya Indonesia

Bahlil meminta masyarakat tidak khawatir dengan rencana perpanjangan kontrak Freeport itu.


Freeport Janji Beri Manfaat Langsung ke Pemerintah RI Senilai US$ 80 Miliar hingga 2041

57 hari lalu

Freeport Janji Beri Manfaat Langsung ke Pemerintah RI Senilai US$ 80 Miliar hingga 2041

CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengungkapkan, PT Freeport Indonesia telah memberikan banyak keuntungan ekonomi terhadap pemerntah Indonesia sejak 1992 hingga 2021.


Jokowi Bilang Teknologi 5G Freeport di Papua Pertama di Asia Tenggara

1 September 2022

Jokowi Bilang Teknologi 5G Freeport di Papua Pertama di Asia Tenggara

Jokowi mengaku senang karena 99 persen dari total karyawan yang mengendalikan teknologi ini asli Indonesia, khususnya dari tanah Papua.


Jokowi ke Grasberg, Bakal Luncurkan 5G Mining Kerjasama Telkom - Freeport

1 September 2022

Jokowi ke Grasberg, Bakal Luncurkan 5G Mining Kerjasama Telkom - Freeport

Jokowi sudah menyampaikan bahwa hari ini dirinya akan melihat pengelolaan pertambangan dengan menggunakan teknologi 5G mining tersebut.


Jokowi Ingin Papua Jadi Provinsi Olahraga

31 Agustus 2022

Jokowi Ingin Papua Jadi Provinsi Olahraga

Melihat bakat-bakat muda di Papua, Jokowi menginginkan agar penggemblengan bakat olahraga itu sudah dimulai sejak dini.


Jokowi Tiba di Papua, Bakal Kunjungi Lokasi Tambang Freeport Indonesia

30 Agustus 2022

Jokowi Tiba di Papua, Bakal Kunjungi Lokasi Tambang Freeport Indonesia

Jokowi pertama akan meresmikan Papua Football Academy binaan PT Freeport Indonesia di Istora Papua Bangkit, Jayapura.


Freeport Bangun Lapangan Terbang Pesawat Perintis di Kampung Aroanop Mimika

4 Agustus 2022

Freeport Bangun Lapangan Terbang Pesawat Perintis di Kampung Aroanop Mimika

PT Freeport Indonesia (PTFI) membangun lapangan terbang perintis di kampung Aroanop, Kabupaten Mimika, Papua.


Progres Smelter Freeport Gresik 34,9 Persen, Menteri ESDM Ingin Kuartal II 2023 Selesai

29 Juli 2022

Progres Smelter Freeport Gresik 34,9 Persen, Menteri ESDM Ingin Kuartal II 2023 Selesai

Menteri ESDM Arifin Tasrif meninjau progres pembangunan Smelter Freeport yang berlokasi di kawasan di Gresik.


PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja: 8 Posisi, Ditutup 27 Juni 2022

13 Juni 2022

PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja: 8 Posisi, Ditutup 27 Juni 2022

PT Freeport Indonesia (PTFI) membuka lowongan pekerjaan untuk 8 posisi. Pendaftaran tersebut dibuka sampai 27 Juni 2022.


Freeport Prediksi Smelter Gresik Setor Rp 1.165 T ke Kas Negara hingga 2041

2 Juni 2022

Freeport Prediksi Smelter Gresik Setor Rp 1.165 T ke Kas Negara hingga 2041

Setoran PT Freeport Indonesia (PTFI) ke kas negara dari investasi smelter konsentrat di Gresik diprediksi US$ 80 miliar