Dua Hari di Australia, Ini yang Diincar Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo berjalan berdampingan dengan Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove saat tiba di Brisbane, Australia, 14 November 2014. Kedatangan Jokowi di Brisbane untuk menghadiri KTT G-20 (AP Photo)

    Presiden Indonesia, Joko Widodo berjalan berdampingan dengan Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove saat tiba di Brisbane, Australia, 14 November 2014. Kedatangan Jokowi di Brisbane untuk menghadiri KTT G-20 (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Australia bulan Februari ini. Jika tidak ada halangan, Presiden Joko Widodo akan berada di sana selama dua hari untuk membahas berbagai kerja sama.

    Baca : Jokowi Perintahkan Menteri Enggar Perbaiki Pasar Tradisional
    Jokowi Sebut Pasar Ekspor Baru Tak Diurus

    "Rencana kunjungan tersebut akan diadakan pada tanggal 26-27 Februari," ujar Pramono saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa, 21 Februari 2017.

    Pram melanjutkan, beberapa kerja sama yang akan dibahas dalam kunjungan itu adalah cyber security, pariwisata, pertambahan, serta persoalan terorisme. Selain itu, juga akan dilakukan negosiasi terkait penyelesaian IACEPA.

    IACEPA atau Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement adalah kerja sama bilateral kedua negara yang diresmikan pada 2010. Adapun lingkungan kerja sama itu meliputi biaya ekspor impor hingga investasi.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menambahkan pernyataan Pram bahwa salah satu kerja sama investasi yang akan ditekankan di Australia adalah investasi pertambangan emas. Perusahaan tambang asal Australia bernama Newcrest, kata Lembong, berniat menggelontorkan dana US$ 1 miliar untuk melakukan eksplorasi tambang emas di Indonesia selama lima tahun ke depan.

    "Waktu saya ke Australia November lalu, sesungguhnya sudah ada nota kesepahaman antara Newcrest dan PT Aneka Tambang," ujar Lembong.

    Kerja sama lainnya yang akan ditekankan adalah kerja sama di bidang Pariwisata. Lembong berkata, pariwisata akan mendapat perhatian lebih karena Australia tengah mengalami tourism boom.

    Via tourism boom, kata Lembong, Indonesia akan mencari investor yang berniat bekerjasama di bidang Pariwisata. "Kami sesungguhnya tidak butuh modalnya, tapi butuh desain atau model manajemen mereka untuk pariwisata," ujar Lembong.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.