50 Persen Sagu Produksi NSP untuk Pasar Ekspor

Reporter

TEMPO/Praga Utama

TEMPO.CO, Jakarta - Produk pati atau sagu olahan PT National Sago Prima (NSP), sekitar 50 persen selama ini diperuntukkan pasar ekspor ke beberapa negara.

"Hingga per September 2016, volume penjualan Prima Starch sebagai merek dagang kami mencapai 4.350 ton dan sekitar 50 persen untuk pasar ekspor," kata General Manager PT NSP, Harry Susanto, saat dihubungi, di Jakarta, Seni, 20 Februari 2017.

PT NSP adalah salah satu perusahaan hutan tanaman industri (HTI) bukan kayu yang bergerak di bidang budidaya dan pengolahan sagu.

Penegasan itu sendiri terkait dengan prestasi PT NSP meraih Penilaian Program Peningkatan Kinerja Perusahaan (Proper) peringkat Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) beberapa waktu lalu.

Menurut Harry, produksi sebesar itu diperoleh dari lahan sagu perseroan yang berada di Kepulauan Meranti dengan luas sekitar 3.707,84 kilometer persegi dan terletak di pesisir timur Pulau Sumatera.

"Produksi penjualan hingga September 2016 itu jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya jauh lebih baik karena pada periode itu mencapai 2.768 ton, " katanya.

Ia mengaku, untuk data kinerja penjualan hingga triwulan keempat tahun lalu, belum bisa disampaikan karena masih dalam proses audit.

Menyinggung target perseroan tahun ini, Harry menegaskan tak ada rencana ekspansi di lahan tertanam karena manajemen telah mengalokasikan dan menambah 40 persen dari lahan total konsesi sebagai area konservasi.

Oleh karena itu, lanjut Harry, fokus perseroan pada 2017 adalah meningkatkan produksi Prima Starch di lahan HTI Kepulauan Riau dan meningkatkan kegiatan operasional di Papua lebih intensif.

Terkait dengan perolehan penghargaan Proper, Harry Susanto mengungkapkan sudah sewajarnya jika perusahaan taat pada peraturan terkait pengelolaan lingkungan.

ANTARA






Nilai Ekspor Indonesia 2022 Tumbuh 29,4 Persen, Komoditas Apa yang Berkontribusi?

15 hari lalu

Nilai Ekspor Indonesia 2022 Tumbuh 29,4 Persen, Komoditas Apa yang Berkontribusi?

Nilai ekspor Indonesia pada 2022 tumbuh 29,4 persen dengan nilai US$ 268 miliar atau sekitar Rp 4.144 triliun. Beberapa komoditas seperti besi baja, bahan bakar fosil, dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) berkontribusi dalam peningkatan tersebut.


Kinerja Ekspor Mulai Tunjukkan Pelemahan, Sri Mulyani: Kita Harus Waspadai

37 hari lalu

Kinerja Ekspor Mulai Tunjukkan Pelemahan, Sri Mulyani: Kita Harus Waspadai

Sri Mulyani mengatakan sepanjang Januari sampai November pertumbuhan ekspor Indonesia ada di 28,2 persen.


Ekspor RI per September Turun 10,99 Persen, BPS Jelaskan Rinciannya

17 Oktober 2022

Ekspor RI per September Turun 10,99 Persen, BPS Jelaskan Rinciannya

BPS mencatat ekspor Indonesia pada September 2022 sebesar US$ 24,8 miliar.


Bulan Mei Ekspor Pertanian Tumbuh 20,32 Persen

15 Juni 2022

Bulan Mei Ekspor Pertanian Tumbuh 20,32 Persen

Secara akumulatif Januari hingga Mei 2022, ekspor pertanian juga mengalami peningkatan.


Kolaborasi bank bjb dan LPEI Dorong Ekspor Indonesia

25 Maret 2022

Kolaborasi bank bjb dan LPEI Dorong Ekspor Indonesia

Kerja sama akan mendorong pelaku usaha meningkat dan mendorong ekspor.


Impor Desember Cetak Rekor Tertinggi, BPS: Ekonomi Dalam Negeri Membaik

17 Januari 2022

Impor Desember Cetak Rekor Tertinggi, BPS: Ekonomi Dalam Negeri Membaik

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat nilai impor Indonesia Desember 2021 mencapai US$ 21,36 miliar.


KKP Targetkan Pembangunan Kampung Perikanan Budi Daya di 130 Lokasi

12 Januari 2022

KKP Targetkan Pembangunan Kampung Perikanan Budi Daya di 130 Lokasi

KKP menargetkan produksi perikanan budi daya sebesar 18,77 juta ton pada tahun ini


Kendala Izin Ekspor Impor Lewat INSW, Kemendag: Pelaku Usaha Belum Terbiasa

13 Desember 2021

Kendala Izin Ekspor Impor Lewat INSW, Kemendag: Pelaku Usaha Belum Terbiasa

Pengajuan izin ekspor impor melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW) atau yang juga disebut Single Submission kini telah berjalan.


Berikut Poin-poin Aturan Baru Kemendag yang Diklaim Memudahkan Ekspor Impor

12 Desember 2021

Berikut Poin-poin Aturan Baru Kemendag yang Diklaim Memudahkan Ekspor Impor

Indrasari mengemukakan, kemudahan ekspor impor tersebut berasal dari penerbitan dua aturan baru Kemendag


KBRI Nairobi Dorong UMKM Indonesia Jajaki Peluang Ekspor ke Afrika

4 Desember 2021

KBRI Nairobi Dorong UMKM Indonesia Jajaki Peluang Ekspor ke Afrika

KBRI Nairobi sedang menjajaki Preferential Trade Arrangements (PTA) untuk memberikan fasilitas dan kemudahan kepada pelaku UMKM Indonesia.