Generasi Muda Dominasi Pertumbuhan Investor Baru di BEI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Grup Band Nidji, Giring Ganesha dan istri Cynthia Riza berfoto bersama para pelajar SMK usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. Dalam kesempatan itu, Giring mengajak masyarakat untuk menjadi investor sebagai jaminan jangka panjang yang menguntungkan di masa depan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Vokalis Grup Band Nidji, Giring Ganesha dan istri Cynthia Riza berfoto bersama para pelajar SMK usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. Dalam kesempatan itu, Giring mengajak masyarakat untuk menjadi investor sebagai jaminan jangka panjang yang menguntungkan di masa depan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Minat generasi muda untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia terus mengalami peningkatan. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah investor baru yang aktif bertransaksi di pasar modal sepanjang 2016 untuk usia 21 sampai dengan 25 yang jumlahnya mencapai 7.899 investor. “Melalui serangkaian program edukasi dan sosialisasi sepanjang 2016, pertumbuhan jumlah investor aktif baru tertinggi didominasi oleh masyarakat dengan usia antara 17 hingga 30 tahun,” ungkap Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan, dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 19 Februari 2017.

    Menurut Nicky, untuk usia 26 hingga 30 tahun tercatat 5.819 investor baru, dan usia 17 sampai dengan 20 tahun sebanyak 5.398 investor baru. Sepanjang 2016 BEI telah berhasil mengajak 101.887 orang untuk mau bertransaksi dan menjadi investor di pasar modal Indonesia. Investor dari kalangan generasi muda memang menjadi salah satu target BEI. “Oleh karena itu BEI akan semakin gencar dalam melakukan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada masyarakat generasi muda,” ujarnya.

    Baca : Selama Sepekan IHSG Melemah 0,39 Persen

    Sepanjang 2016 BEI telah melakukan 3.481 kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat. Jumlah kegiatan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tidak mencapai 2.000 kegiatan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal mencapai 203.186 peserta dan 39 persen di antaranya telah menjadi investor. Edukasi dan sosialisasi yang dilakukan BEI sejak tahun lalu melibatkan Anggota Bursa (AB).

    “Sehingga edukasi dan sosialisasi yang kami lakukan juga diikuti inklusi melalui pembukaan rekening efek bagi masyarakat yang berminat untuk langsung menjadi investor,” jelas Nicky.

    Nicky menambahkan selain mengajak generasi muda, fokus BEI tahun ini adalah meningkatkan peran investor perempuan. Sebab dari penambahan jumlah investor baru perempuan sebanyak 53.657 investor tahun lalu, tercatat yang aktif hanya 472 saja dan sisanya pasif.

    Baca : Investor Baru di Bursa Saham Naik 23,47 Persen

    BEI juga menargetkan penambahan 60 Galeri Investasi baru tahun ini, sehingga sampai akhir 2017 akan ada 300 Galeri Investasi BEI. Galeri terbaru yang dibuka oleh BEI pada pekan ini adalah Galeri Investasi BEI di Universitas Multimedia Nusantara yang merupakan kerjasama dengan Universitas Multimedia Nusantara dan PT Phillip Securities Indonesia. Galeri itu menjadi yang ke-39 di Jakarta dan ke-241 di seluruh Indonesia.

    Kegiatan edukasi lainnya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama pendidikan pasar modal antara anak usaha BEI, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) dengan Universitas Wiyatama Islahuzzaman. Nantinya TICMI dan perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan reguler yang mengacu pada silabus pelatihan dan sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).

    ABDUL MALIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.