Jokowi Minta Pembangunan KEK Bitung Dipercepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas LRT di Kantor Kepresidenan, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Februari 2017.  TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas LRT di Kantor Kepresidenan, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Februari 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pembangunan Pelabuhan Bitung,Sulawesi Utara, yang dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa dipercepat agar segera menjadi pelabuhan hub sekaligus pintu masuk ke wilayah Indonesia Timur.

    "Kita tahu bahwa Provinsi Sulawesi Utara potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki sangat besar dan merupakan salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Kantor Presiden Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017.

    Baca: Jokowi Bagikan 12,7 Juta Hektare Hutan Sosial ke Petani

    Untuk itu, Jokowi meminta pembangunan Pelabuhan Bitung yang saat ini dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat dipercepat. Jokowi yakin dengan pengembangan KEK Bitung, maka akan lebih mudah untuk mendukung upaya menggerakkan roda ekonomi di Sulut.

    "Sehingga, dapat memberikan kontribusi yang nyata dan upaya mengurangi angka kemiskinan serta pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulut," kata Jokowi.

    Presiden juga meminta agar pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah Sulut juga dipercepat. "Hal ini penting untuk meningkatkan akses dan konektivitas dan menunjang pertumbuhan sektor pariwisata," kata Jokowi.

    Baca: Presiden Jokowi Tak Setuju Harga Premium dan Solar Naik

    Pembangunan infrastruktur transportasi, menurut Jokowi, diharapkan dapat memperlancar pintu masuk bagi wisatawan mancanegara khususnya negara-negara di kawasan utara Indonesia, seperti Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

    Jokowi juga meminta potensi wisata bahari di Sulut dikembangkan lagi dan didukung oleh pemerintah pusat bukan hanya Taman Laut Bunaken yang sudah cukup terkenal. "Tapi, potensi-potensi wisata bahari lainnya di Sulut juga harus mulai digarap sehingga para wisatawan memiliki banyak alternatif untuk berkunjung ke Sulut," kata Jokowi.

    Oleh karena itu, Jokowi meminta agar berbagai hambatan dan sumbatan bisa segera diurai dan diselesaikan untuk dicarikan solusi untuk pembangunan di Provinsi Sulut yang lebih baik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.