Berita Hoax di Medsos, Akan Hadir Facebook Jurnalistik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar aksi di Blitar, Jawa Timur, 9 Februari 2017. Dalam peringatan Hari Pers Nasional mereka menuntut pemerintah segera memblokir sejumlah situs penyebar berita

    Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar aksi di Blitar, Jawa Timur, 9 Februari 2017. Dalam peringatan Hari Pers Nasional mereka menuntut pemerintah segera memblokir sejumlah situs penyebar berita "hoax". ANTARA/Irfan Anshori

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk menangkal penyebaran berita hoax, Facebook akan melaksanakan sejumlah program edukasi dan literasi di Indonesia. Program-program kepada masyarakat seperti edukasi dan literasi termasuk citizen jurnalistik akan dilakukan nanti dengan beberapa perguruan tinggi dan beberapa organisasi Indonesia.

    "Mereka sebutnya sebagai Facebook Jurnalistik,” ucap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel A Pangerapan saat memberikan keterangan pers di Kantor Kominfo Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017.

    Facebook, kata dia, sudah melakukan program tersebut di beberapa negara. ”Jadi mereka punya pelatihan, bagaimana penulis-penulis yang ada di Facebook itu bisa menggunakan Facebook untuk membuat suatu artikel yang sesuai dengan kaidah jurnalistik."
    Hari ini Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu dengan Tim Facebook yang dipimpin Kepala Kebijakan Konten Global Monica Bickert di Kantor Menkominfo, Jakarta.

    Baca: Saham MNC Memerah, Imbas Pernyataan Antasari?

    Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Samuel A Pangerapan mengatakan pertemuan tersebut membahas beberapa kebijakan yang akan dijalankan untuk menangkal berita hoax.

    Hasil pembicaraan dengan pihak Facebook menghasilkan dua kesepakatan yaitu mereview business proces yang selama ini dijalankan pihak Facebook dan mereview proses pengajuan konten yang benar-benar dianggap berbahaya bagi keselamatan orang atau keselamatan negara dan penanganannya.

    Samuel berharap kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Facebook dalam menanggulangi berita hoax dan konten-konten negatif dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien. “Kedepannya diharapkan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Facebook dalam menanggulangi hoax atau konten-konten negatif berdasarkan peraturan yang ada di Indonesia dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien dalam penanggulangannya,” ujar dia di kantornya, Selasa 14 Februari 2017..

    Samuel menambahkan, konten-konten yang melanggar undang-undang, membahayakan keselamatan seseorang termasuk ujaran kebencian akan ditangani lebih serius dan cepat. Misalnya konten-konten yang melanggar undang-undang dan konten yang membahayakan. "Misalnya gantung orang ini, itu mereka akan menangani lebih serius dan cepat. Termasuk ujaran kebencian, itu yang diinginkan segera,” pungkasnya.

    TONGAM SINAMBELA | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.