Menteri Darmin: Sebaran KUR Berpusat di Jawa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution melaporkan, sebaran penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) masih berpusat di Pulau Jawa. Porsi sebaran KUR tertinggi tercatat di Jawa Tengah sebesar 17,9 persen atau Rp 16,9 triliun.

    Baca: Sertifikasi Tanah, BPN Akan Proaktif Datangi Masyarakat

    Selanjutnya disusul Jawa Timur dengan 15,5 persen atau Rp 14,6 triliun dan Jawa Barat 12,6 persen atau 11,9 triliun. Sedangkan di luar Pulau Jawa yang sebarannya terbesar adalah Sulawesi Selatan sebesar 5,4 persen atau Rp 5,1 triliun dan Sumatera Utara 4,6 persen atau Rp 4,3 triliun.

    Baca: Sofyan Djalil: Spekulan Membuat Pemerintah Gagal

    "Sebarannya paling besar di Pulau Jawa, karena memang perekonomian paling besar di Jawa, dan pertanian juga begitu," ujar Darmin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.

    Selanjutnya, lembaga jasa keuangan penyalur KUR terbesar adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total Rp 69,457 triliun dan outstanding Rp 50,2 triliun hingga akhir Desember lalu. "BRI paling tinggi, lalu Bank Mandiri, BNI, dan BPD Bali."

    Baca: Sri Mulyani Bidik Penerimaan Pajak Tumbuh 16,8 Persen  

    Hingga 31 Desember 2016, realisasi penyaluran KUR keseluruhan mencapai Rp 94,4 triliun atau 94,4 persen dari target penyaluran sebesar Rp 100 triliun. KUR tersebut tersalurkan kepada 4.362.599 debitur. Adapun kredit macet atau non-performing loan (NPL) hanya mencapai 0,37 persen.

    Tahun lalu, KUR mikro mencatatkan porsi penyaluran terbesar, mencapai Rp 65,6 triliun atau 69,5 persen, diikuti KUR retail sebesar Rp 28,6 triliun atau 30,3 persen dan KUR penempatan TKI Rp 177 miliar atau 0,2 persen.

    Darmin menjelaskan, perbedaan skema KUR mikro dan retail terdapat pada besaran plafonnya, yaitu sebesar maksimal Rp 75 juta per tahun untuk plafon KUR mikro dan KUR retail maksimal plafon Rp 500 juta per tahun.

    Baik KUR mikro maupun retail, menurut Darmin, masih didominasi porsinya oleh sektor perdagangan, yaitu masing-masing 62,8 persen dan 74 persen. "Nah, tahun ini, kami ingin sektor produksi yang naik. Kalau perdagangan, nanti pinjam yang lebih besar saja," ujarnya.

    Dengan demikian, pemerintah pun menaikkan target KUR sektor produksi tahun ini hingga dua kali lipat atau menjadi 40 persen. Tahun lalu, realisasi KUR di sektor ini mencapai 22 persen. Adapun sektor produksi yang dimaksud adalah pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?