Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Dibangun Maret

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik di jalan tol Jakarta-Cikampek, 1 Juli 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Kendaraan pemudik di jalan tol Jakarta-Cikampek, 1 Juli 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Bekasi - Genaral Manager PT. Jasa Marga Tbk cabang Jakarta-Cikampek, R. Kristianto mengatakan, proyek pembangunan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek II elevated mulai dibangun pada Maret mendatang.

    "Kementerian menginstruksikan pembangunan secepatnya," kata Kristianto di sela acara tanam pohon dalam rangka HUT PT. Jasa Marga Tbk ke-39 di Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu, 8 Februari 2017.

    Ia mengatakan, PT. Jasa Marga Tbk selaku pimpinan konsorsium akan lebih dulu melebarkan jalur yang ada saat ini sehingga kapasitas jalan tol tidak berkurang ketika ada pembangunan. Kemudian disusul dengan pembangunan kontruksi yang berada di median jalan saat ini.

    "Pembangunan dimulai dari timur di Karawang kilometer 46," kata Kristianto. Pertimbangannya, kepadatan kendaraan di bagian timur tak sepadat di wilayah barat seperti di Bekasi.

    Rencananya, ruas tol tersebut dibangun mulai dari kilometer 6 di Jatibening hingga ke kilometer 46 di Kabupaten Karawang. "Targetnya selesai pada 2019 mendatang," kata dia.

    Pembangunan ruas jalan tol itu untuk mengurangi kepadatan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek saat ini. Berdasarkan data perusahaan itu, jumlah lalu lintas kendaraan setiap hari mencapai 600 ribu unit baik dari Cikampek maupun Jakarta.

    Sesuai rencana, proyek ini terdiri dari sembilan seksi, yaitu seksi Cikunir-Bekasi Barat sepanjang 2,99 km, seksi Bekasi Barat-Bekasi Timur sepanjang 3,63 km, dan seksi Bekasi Timur-Tambun 4,34 km dan seksi Tambun-Cibitung 3,30 km.

    Selain itu ada seksi Cibitung-Cikarang Utama 4,46 km, seksi Cikarang Utama-Cikarang Barat 2,72 km, seksi Cikarang Barat-Cibatu 3,16 km, seksi Cibatu-Cikarang Timur 2,45 km, dan seksi Cikarang Timur-Karawang Barat 9,79 km.

    Konsorsium Jasa Marga telah menyiapkan investasi untuk pembangunan jalan tol sepanjang 36,84 kilometer tersebut sebesar Rp 16 triliun. Adapun komposisi kepemilikan saham masing-masing adalah sebesar 80 persen untuk PT Jasa Marga Tbk dan sebesar 20 persen PT Ranggi Sugiron Perkasa. Sementara itu, masa konsesi jalan tol ini adalah selama 40 tahun.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.