Pemerintah Berembuk Cari Solusi Sampah Plastik di Laut  

Reporter

Deputi I Kedaulatan Maritim, Kemenko Maritim Sumberdaya, Arif Havas Oegroseno. Dok.TEMPO/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi I Menteri Koordinator Kemaritiman Arif Havas mengatakan masalah plastik di laut berdampak pada tiga hal penting di sektor kelautan. Ketiganya adalah soal kesehatan laut, perikanan berkelanjutan, dan lingkungan secara umum.

Baca: Bakal Ada Pajak Kepemilikan Tanah untuk Tekan Spekulasi

"Kami sedang susun rencana aksi nasional soal ini dan diskusi sama World Bank untuk intervensi anggaran," ucap Havas saat ditemui di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin, 6 Februari 2017.

Menurut Havas, rencana aksi nasional ini akan dimulai tahun ini dan akan melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Rencananya, pemerintah daerah di 15 kota akan dilibatkan dalam mengatasi limbah plastik di laut.

Baca: Agen Travel Tolak Kebijakan Komisi Maskapai Garuda Indonesia

Havas berujar, 15 kota itu antara lain Jakarta, Surabaya, Makassar, Semarang, Medan, dan Batam. Havas menjelaskan, saat ini, tahapannya masih dilakukan studi di kota-kota tersebut. "Sedang kami rapatkan soal itu," tutur Havas.

Sedangkan kementerian dan lembaga yang akan terlibat antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Baca: Penyebab Permintaan Emas Tahun Lalu Anjlok 15 Persen 

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dilibatkan dalam urusan penanganan sampah di laut. "Karena juga mempengaruhi pola pikir orang," ucap Havas.

Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah waste to energy atau mengubah sampah menjadi energi. Jadi, ketika plastik di laut sudah diangkat, sampah jenis itu bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu hal yang berguna.

Lebih lanjut, Havas menuturkan akan ada kerja sama dengan negara lain yang memiliki masalah serupa, di antaranya Denmark, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. "Jadi kami bisa ada pertukaran informasi mengenai cara menghadapi ini."

Adapun Executive Director Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) Widi A. Pratikto mengatakan, selama ini, belum ada aksentuasi masalah plastik di laut. Jadi memang perlu pembahasan mendalam soal penanganan masalah ini.

Widi menjelaskan, minggu depan, pihaknya akan bertemu kembali dengan Menteri Koordinator Kemaritiman untuk membahas secara detail masalah ini. "Di Indonesia, banyak dibahas bersama Australia, akan di-follow up kembali minggu depan," ucapnya.

DIKO OKTARA







Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

30 November 2022

Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

Limbah B3 dibagi menjadi limbah elektronik dan fashion. Hal ini menjadi permasalahan utama yang akan menyerang kondisi manusia dan lingkungan dalam keseharian.


Luhut: Jika Ditanya Kapan Hidup Paling Bahagia, Saya Jawab saat Masih Jadi Tentara

8 Oktober 2022

Luhut: Jika Ditanya Kapan Hidup Paling Bahagia, Saya Jawab saat Masih Jadi Tentara

Luhut mengaku titik yang paling membuatnya bungah adalah saat menjadi tentara.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

28 September 2022

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Korea-Indonesia MTCRC Jalin Kerja Sama Maritim dengan UNHAS

3 Agustus 2022

Korea-Indonesia MTCRC Jalin Kerja Sama Maritim dengan UNHAS

Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) memperluas kerja sama dengan instansi pendidikan Universitas Hasanuddin (UNHAS).


Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

6 Juli 2022

Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

Warga menduga kematian ikan bandeng di keramba tersebut akibat limbah dari Kawasan Industri Lamicitra.


LPDP Buka Beasiswa di Central South University Cina, Kuota 50 Orang

27 Mei 2022

LPDP Buka Beasiswa di Central South University Cina, Kuota 50 Orang

LPDP membuka pendaftaran beasiswa untuk program S2 di School of Metallurgy and Environment, Central South University Cina. Cek syarat dan tahapannya.


Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

31 Maret 2022

Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

Aplikasi MASTERMINE diharapkan dapat menghasilkan nilai efisiensi 10-20 persen dari total biaya pengolahan air limbah tambang.


Pantau Kesiapan Kampus, Luhut Harap UIII Lahirkan Banyak Cendekiawan Muslim

21 Januari 2022

Pantau Kesiapan Kampus, Luhut Harap UIII Lahirkan Banyak Cendekiawan Muslim

Luhut Pandjaitan berharap Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan menjadi pusat penelitian peradaban Islam.


Bukalapak Calonkan Willix Halim sebagai CEO untuk Gantikan Rachmat Kaimuddin

5 Januari 2022

Bukalapak Calonkan Willix Halim sebagai CEO untuk Gantikan Rachmat Kaimuddin

Bukalapak mencalonkan Willix Halim sebagai CEO atau Direktur Utama, menggantikan Rachmat Kaimuddin yang baru saja mundur.


Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

29 Juli 2021

Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

Pengelolaan limbah cair tekstil pascaproduksi ditujukan untuk menghilangkan atau mereduksi kadar bahan pencemar sehingga limbah cair industri memenuh