2017, Total Bor Enam Sumur di Blok Mahakam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan jaringan pipa minyak di kilang unit pengolahan (Refinery Unit) V, Balikpapan, Kalimantan Timur, 14 April 2016. Menjadi Kilang kilang Pertamina terbesar ke-2 di Indonesia, kilang ini memiliki kapasitas 260 MBSD per hari yang dihasilkan dari kilang Balikpapan 1 dan 2. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas melakukan pengecekan jaringan pipa minyak di kilang unit pengolahan (Refinery Unit) V, Balikpapan, Kalimantan Timur, 14 April 2016. Menjadi Kilang kilang Pertamina terbesar ke-2 di Indonesia, kilang ini memiliki kapasitas 260 MBSD per hari yang dihasilkan dari kilang Balikpapan 1 dan 2. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - President & General Manager Total E&P Indonesie (TEPI) Arividya Novianto mengatakan Total akan mengebor enam sumur di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, mulai Maret 2017. "Maret (mulai mengebor). Enam sumur oleh kita, setelah itu 19 sumur oleh Pertamina," kata Novi, sapaan akrabnya, yang ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu, 1 Februari 2017.

    Ia datang ke Kemenko Kemaritiman bersama President & GM TEPI sebelumnya, Hardy Pramono, menemui Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Novi mengaku pertemuan tersebut hanya membahas perkembangan proses transisi alih kelola Blok Mahakam dari kontraktor asal Perancis itu kepada PT Pertamina (Persero). "Kami mau update saja soal transisi dengan Pertamina, kami mau drilling (lakukan pengeboran) dan sebagainya," ujarnya.

    Saat ditanya terkait tawaran hak pengelolaan maksimal 30 persen bersama Inpex Corporation, Novi mengaku hal itu belum diputuskan. Pasalnya, perusahaan masih fokus agar proses transisi alih kelola Blok Mahakam berjalan lancar.

    Baca: Proyeksi 2017, Harga Komoditas Energi Makin Melambung

    Saat ini, TEPI selaku operator Blok Mahakam memiliki 50 persen hak partisipasi dan 50 persen lainnya dikuasai Inpex Corporation Ltd. "Belum (dibahas). Prioritas kami transisi berjalan lancar, baru masuk ke diskusi tersebut. Karena transisi ini lebih penting, supaya produksi Mahakam tidak anjlok," katanya.

    TEPI akan mengakhiri kontraknya pada 31 Desember 2017 setelah hampir 50 tahun mengoperasikan Blok Mahakam. PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah sebagai operator baru per 1 Januari 2018.

    Untuk proses transisi, TEPI telah membentuk unit khusus pada Desember 2015 bernama Transition Mahakam Operatorship (TMO). Prioritas utama TEPI pada 2017 adalah menahan penurunan produksi dan memastikan proses transfer operator Blok Mahakam ke PT Pertamina (Persero) dapat berlangsung mulus.

    Baca: Pertamina Cari Mitra Baru Tambah Kapasitas Kilang Dumai

    Perusahaan itu menargetkan produksi gas 2017 mencapai 1.430 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Ada pun untuk produksi minyak mentah dan kondensat direncanakan sebesar 53.000 barel per hari. Namun, secara investasi, nilainya diakui memang lebih rendah dibandingkan 2016 karena situasi harga minyak dunia dan kontrak Blok Mahakam yang menjelang berakhir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?