Badrodin Haiti Jadi Komisaris Grab, Kemenhub: Itu Bagus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Country Head of Marketing Grab Indonesia Kiki Rizki (kiri) dan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (tengah) berfoto bersama pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, Jumat 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Country Head of Marketing Grab Indonesia Kiki Rizki (kiri) dan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (tengah) berfoto bersama pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, Jumat 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.COJakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto menyambut positif penunjukan mantan Kapolri Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama Grab Indonesia. Alasannya, Badrodin memahami peraturan yang ada.

    "Pak Badrodin memiliki latar belakang polisi, berarti tahu persis peraturan-peraturan. Itu lebih bagus," kata Pudji saat ditemui di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Januari 2017.

    Baca Juga: Pengemudi Grab Demo, Ini 4 Tuntutan Mereka

    Pudji mengatakan penunjukan Badrodin tidak ada kaitannya dengan rencana revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016. Aturan tersebut mengatur penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

    Menurut Pudji, dia bisa berkoordinasi dengan siapa saja terkait dengan revisi aturan yang mengatur transportasi berbasis aplikasi tersebut. Revisi aturan ini akan mulai diuji publik pada Februari nanti.

    Perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia, kemarin mengumumkan mantan Kapolri Jenderal Purnawirawan Badrodin Haiti sebagai komisaris utama. Badrodin Haiti akan berkantor di Jakarta.

    Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan Badrodin akan memantau dan menjaga tata kelola serta kelangsungan jangka panjang perusahaan melalui peran pengawasan terhadap kinerja dewan direksi.

    Simak: Pemerintah Diminta Ubah Aturan Biaya Investasi Migas 

    Rizki menambahkan, Badrodin dipilih sebagai komisaris utama karena memiliki karier yang cemerlang di Kepolisian Republik Indonesia. Ia telah mengabdi selama 35 tahun dan terakhir menjabat sebagai Kapolri, yang telah berkontribusi secara signifikan dalam hal anti-terorisme, keamanan, intelijen, dan manajemen lalu lintas selama masa kepemimpinannya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.