Begini Cara GO-JEK Manfaatkan Ceruk Cuan Belanja Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Co-CEO Lazada Indonesia Florian Holm dan Chief Marketing Officer Gojek Piotr Jakubowski berfoto bersama saat launching kerjasama antar kedua belah pihak, Jakarta, 12 April 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Co-CEO Lazada Indonesia Florian Holm dan Chief Marketing Officer Gojek Piotr Jakubowski berfoto bersama saat launching kerjasama antar kedua belah pihak, Jakarta, 12 April 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran GO-JEK pada 2010 silam telah mengubah pola perjalanan masyarakat di perkotaan. Angkutan ojek yang semula hanya ditemukan di permukiman kini menyebar dan masuk ke mall serta perkantoran.

    Baca : Ekonom: BI Bakal Tahan Suku Bunga 4,75 Persen Tahun Ini

    Penyedia jasa “taksi sepeda motor” berbasis aplikasi pun kini tak cuma GO-JEK. Layanannya pun tak sekadar jemput-antar penumpang, tapi meluas hingga pemesanan makanan dan pengiriman dokumen.

    “GO-JEK bisa dibilang sudah menjadi perusahaan on demand service terbesar di dunia. Bahkan volume pengiriman makanan lewat layanan GO-FOOD pada 2016 menjadi yang terbesar di luar China,” kata Chief Marketing Officer GO-JEK Piotr Jakubowski kepada Praga Utama dari Tempo dan sejumlah wartawan media lain di Jakarta, Rabu, 18 Januari 2017.

    Baca : Ini Cara Pekerja Nonformal Ajukan KPR Bersubsidi

    Ingin terus melebarkan sayap, GO-JEK membidik peluang lain. Salah satu yang disasar adalah bisnis online (e-commerce). Volume dan nilai transaksi e-commerce yang terus membesar, ditambah populasi pengguna internet di Indonesia yang semakin membengkak membuat GO-JEK melihat potensi bisnis pada pengiriman barang dari toko online ke konsumen.

    “Sistem logistik atau jasa pengiriman barang konvensional punya kekurangan pada durasi pengiriman barang yang rata-rata lebih dari satu hari. Kami ingin mengubah itu.”

    Baca : Ini Perusahaan Startup Terbaik 2016 Pilihan Jobplanet

    Dalam waktu dekat GO-JEK yang sejak awal sudah punya jasa pengiriman barang GO-SEND akan menambah layanan pengiriman barang satu hari sampai untuk segmen e-commerce. Layanan ini, kata Piotr, mampu meningkatkan jumlah transaksi pengusaha toko online dan mempercepat barang sampai ke pembeli. “Jadi sama-sama diuntungkan.”

    Piotr menuturkan saat ini di seluruh dunia ada gejala atau tren i want it now. Artinya, para pengguna internet ingin segalanya serba cepat dan mudah, termasuk dalam hal belanja. Konsumen toko online, kata dia, akan lebih senang jika barang bisa cepat sampai, tidak menunggu besok. “Jadi kami ingin memanfaatkan hal ini dengan menyediakan layanan GO-SEND same day service.”

    PRAGA UTAMA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara