Anggrek Hitam Barito Selatan Diminati Singapura dan Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenis tanaman anggrek terbesar di dunia berbunga di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 2 Maret 2016. Anggrek raksasa bernama latin Grammatophyllum Specciosum Blume ini merupakan anggrek terbesar di dunia yang berumur puluhan tahun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Jenis tanaman anggrek terbesar di dunia berbunga di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 2 Maret 2016. Anggrek raksasa bernama latin Grammatophyllum Specciosum Blume ini merupakan anggrek terbesar di dunia yang berumur puluhan tahun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggrek hitam merupakan jenis anggrek yang tumbuh di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah sangat diminati oleh beberapa negara.

    "Anggrek hitam ini selain diminati warga lokal juga diminati oleh Malaysia dan Singapura,"kata salah seorang penjual anggrek di desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Rosalina, di Buntok, Kamis, 19 Januari 2017.

    Ia mengatakan, dari berbagai jenis anggrek yang tumbuh endemik di wilayah Barsel ini, hanya anggrek hitam yang paling banyak dipesan oleh warga negara Malaysia dan Singapura.

    Kalau harga anggrek hitam ini dijual secara online dan dikirim seperti ke Malaysia dan Singapura lanjut Rosalina, harga per tangkainya dibanderol Rp 4 juta hingga Rp 8 juta.

    "Akan tetapi, kalau pembeli langsung datang ke penangkaran anggrek hitam, maka harganya antara Rp 25 ribu hingga Rp 120 ribu/tangkainya," ucap dia.

    Menurut sepengetahuan Rosalina, ada enam jenis anggrek yang tumbuh di wilayah Barsel ini yakni anggrek hitam, anggrek bulan, anggrek kalajengking, anggrek macan, anggrek tebu dan anggrek coklat.

    "Jenis anggrek yang tumbuh di Barsel ini banyak, akan tetapi yang saya ketahui ada enam jenis saja," tambah Rosalina.

    Ia menceritakan, dulu memelihara anggrek tersebut hanya sekedar hobi dan seiring dengan berjalannya waktu, dari hobi berubah menjadi profesi sebagai penjual anggrek.

    "Adapun sistem penjualannya bisa secara langsung ke rumahnya di desa Sanggu maupun secara online," ujar Rosalina.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.