Kasus Suap Rolls-Royce, Saham Garuda Anjlok 2,2 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Garuda indonesia, Emirsyah Satar, meninggalkan kantor Kementerian BUMN usai bertemu Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, 11 Desember 2014. Pertemuan tersebut terkait pengunduran dirinya. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Dirut Garuda indonesia, Emirsyah Satar, meninggalkan kantor Kementerian BUMN usai bertemu Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, 11 Desember 2014. Pertemuan tersebut terkait pengunduran dirinya. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COJakarta - Harga saham maskapai milik pemerintah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), pada penutupan perdagangan Kamis, 19 Januari 2017, anjlok 8 poin atau 2,26 persen menjadi Rp 346 per saham. Pada perdagangan Kamis pagi, awalnya harga saham Garuda dibuka di level Rp 362 per saham dan perlahan mulai anjlok menjadi Rp 350 per saham pada pukul 14.11. 

    Penurunan itu setelah pada penutupan perdagangan Rabu, 18 Januari 2017, harga saham GIAA justru ditutup melonjak hampir 6 persen menjadi Rp 354 per saham.

    Sentimen negatif yang dialami saham GIAA seiring dengan penetapan mantan presiden direktur perusahaan, Emirsyah Satar, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Emirsyah terseret dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang melibatkan Airbus S.A.S dan Rolls-Royce Plc. Selain menetapkan Emirsyah, KPK menetapkan tersangka Soetikno Soedarjo, pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), yang ditengarai sebagai pemilik sebenarnya (beneficial owner) Connaught International Pte, Ltd. 

    Baca: Emirsyah Jadi Tersangka, Ini Tanggapan MatahariMall

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan Emirsyah diduga menerima suap ketika sembilan tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Garuda Indonesia sejak 2005 hingga 2014. Suap disinyalir dilakukan lintas negara sehingga penyelidikan KPK yang dimulai pada pertengahan tahun lalu dilakukan lewat kerja sama intensif dengan Serious Fraud Office (SFO), Inggris dan Corrupt Practice Investigation Bureau (CPIB), Singapura.

    "Saat ini kedua badan tersebut juga sedang melakukan penyidikan terhadap tersangka lain," kata Laode di Jakarta, 19 Januari 2017.

    Baca: Temuan KPK Kasus Emirsyah Satar, Garuda dan Rolls-Royce

    Laode menjelaskan, penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk dugaan penyuapan dalam pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di Garuda Indonesia. Emirsyah diduga menerima suap berupa uang sebesar 1,2 juta euro dan US$ 180 ribu atau setara Rp 20 miliar, yang ditransfer secara bertahap dari Rolls-Royce melalui Soetikno Soedarjo sebagai perantara. Emirsyah juga ditengarai mendapatkan sejumlah barang senilai US$ 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

    MAYA AYU PUSPITASARI | ABDUL MALIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.