BKPM: Kunjungan Jepang Penting untuk Investasi di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai kunjungan kerja Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Indonesia sebagai momentum penting perinvestasian Tanah Air. Thomas dan jajarannya sempat bertemu Abe di Jepang.

    "Kami sudah ke Tokyo kira-kira enam minggu yang lalu, sekarang ada momentum lagi dengan kunjungan PM Abe," ujar Thomas saat menyambangi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Januari 2017.

    Baca : Jokowi Minta BKPM Pakai Segala Jurus Raup Investasi

    Menurutnya pertemuan pemerintah RI dengan Abe di Indonesia, terkait dengan kelanjutan proses fasilitasi investasi Jepang di Indonesia. Negeri Matahari Terbit itu, menurut Thomas merupakan negara penyumbang investasi terbesar kedua di Indonesia.

    "Jadi Jepang memerankan peranan yang sangat penting. Mereka sangat besar sekali (investasinya) di bidang infrastruktur, khususnya listrik," kata mantan Menteri Perdagangan tersebut.

    Jepang memang merupakan investor terbesar kedua di Indonesia pada 2016, dengan nilai investasi US$ 4,5 miliar per September 2016.

    Di Indonesia, Abe akan disambut khusus oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Januari nanti.

    Baca : Jepang Kembangkan Teknologi Kelistrikan Laut Dalam

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sempat menyebutkan bahwa kedua pemimpin negara akan membahas kerja sama ekonomi. Abe pun diketahui akan mengajak sedikitnya 30 orang pimpinan beragam perusahaan besar dari Jepang.

    Belum ada yang bisa memastikan potensi nilai kerja sama yang bisa terjadi dalam kunjungan Abe.

    Dari arsip Tempo, sedikitnya tiga proyek besar yang melibatkan Indonesia dan Jepang. Mega proyek tersebut antara lain pembangunan Blok Masela, Pelabuhan Patimban, dan kereta semicepat Jakarta-Surabaya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.