BI Sebar Uang Baru di Jawa Barat Sesuai Kebutuhan Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukan mata uang rupiah yang baru di luncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 19 Desember 2016. TEMPO/Subekti

    Warga menunjukan mata uang rupiah yang baru di luncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 19 Desember 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat, Mikael Budisatrio, mengatakan pihaknya sudah menyebarkan uang baru tahun emisi 2016 ke berbagai daerah.

    “Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Mikael di Bandung, Jawa Barat, Senin, 9 januari 2017.  Uang baru tersebut, kata Mikael, disebar di Indramayu sebanyak 5433 lembar, Sukabumi 3159 lembar, Kota Bandung 1874 lembar dan 800 lembar siap potong, Garut 1926 lembar, Cianjur 1598 lembar, dan kabupaten Bandung Barat sebanyak 1.500 lembar.

    Baca: Jokowi Luncurkan Wajah Baru Uang Rupiah

    Jumlah tersebut, Mikael menambahkan, akan berubah sesuai kebutuhan setiap daerah yang akan didistribusikan. Di Kota Bandung, ujar Mikael, masyarakat bisa menukarkan uang lama di beberapa bank atau di mobil penukaran uang BI yang akan beroprasi di beberapa titik keramaian. “BI menyebarkan uang baru diberbagai daerah secara bertahap. Jadi, sesuai kebutuhan,” ujar Mikael.

    Menurut Mikel, uang emisi baru yang disebarkan dimasyarakat berupa uang pecahan Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu dalam bentuk kertas. Sedangkan uang koin atau uang logam belum banyak didistribusikan, karena terkendala kapasitas angkut dan pembuatannya lebih sedikit jumlahnya dibanding kertas dalam pecahan yang sama,” ucap Mikael.

    Baca: Perbankan Mulai Tukarkan Uang Baru dari BI

    Alasannya, permintaan uang kertas lebih banyak. “Kenapa kita tetap buat logam? Karena masih ada yang memerlukan pecahan dalam bentuk logam,” ujar Mikael. Mikael meminta masyarakat agar lebih bersabar dalam menerima uang emisi baru. “Karena penyebaran uang masih terkendala di masalah angkut dan mesin penghitungan uang,” ujar Mikael.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.