Bangun LRT, Pemerintah Diminta Perhatikan Jalur Dukuh Atas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melaju di samping deretan tiang konstruksi proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di samping jalan tol Jagorawi kawasan Cibubur, Jakarta, 7 Desember 2016. Terdapat pula Rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km. ANTARA/Andika Wahyu

    Sejumlah kendaraan melaju di samping deretan tiang konstruksi proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di samping jalan tol Jagorawi kawasan Cibubur, Jakarta, 7 Desember 2016. Terdapat pula Rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Perhubungan DPR Nusyirwan Soedjono berharap wilayah Dukuh Atas diperhatikan pemerintah atas pengoperasian beberapa moda transportasi berbasis rel di Jakarta.

    Alasannya, wilayah Dukuh Atas merupakan pertemuan berbagai moda transportasi berbasis kereta, seperti kereta ringan (Light Rail Transit/LRT), kereta bandara, hingga Mass Rapid Transit (MRT).

    Baca: Jalur Alternatif Selama Pembangunan LRT Cawang-Dukuh Atas

    "Maka saya beri catatan kepada Menteri Perhubungan untuk sedini mungkin mempersiapkan ruang penggunaan untuk pemberhentian di Stasiun Dukuh Atas. Mudah-mudahan ini juga jadi perhatian bagi pemerintah pusat selaku regulator atau pemda yang mengatur tata ruang di DKI," ujar Nusyirwan saat ditemui di lokasi pembangunan LRT Kilometer 13 Jagorawi, Ahad, 8 Januari 2017.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk proyek LRT, pada tahap awal akan dibangun sampai Cibubur, tapi ke depan akan diteruskan sampai Bogor.

    "Karena sekarang, dari sekitar 800 ribu penumpang commuter Jabodetabek, kurang lebih 30 persen dari Bogor. Jadi kami memang akan lakukan suatu manajemen antar-moda, kereta api, jalan, dan LRT dengan baik," ucap dia.

    Baca: Dua Ruas Tol Baru Senilai Rp 28 Triliun Siap Dibangun

    Budi berharap pembangunan LRT dapat menjadi solusi moda transportasi untuk masyarakat Bekasi dan Bogor.

    "Harapannya, dengan adanya LRT ini, Bekasi dan Bogor mendapatkan suatu solusi. Nantinya ini terintegrasi dengan MRT, yang jadi (selesai) pada waktu kurang-lebih sama," kata Budi.

    Hingga kini, Budi belum dapat mengeluarkan kontrak dengan Adhi Karya karena pihaknya sedang menunggu perhitungan dari pihak konsultan. Namun Budi telah mengeluarkan semacam surat jaminan yang menjelaskan bahwa proyek ini memang direncanakan Kementerian Perhubungan, dan dilaksanakan Adhi Karya.

    "Based on, kontrak definitif akan kami lakukan pada saat penghitungan dari konsultan itu selesai. Rencananya, konsultan itu akan final pada 20 Januari dan kontrak untuk Adi Karya mungkin akhir Januari," kata Budi.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.