Saudi Aramco Naikkan Harga Jual Minyak Mentah untuk Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Saudi Aramco akan menaikan harga jual minyak untuk wilayah Asia pada Februari karena negara pengekspor minyak terbesar dunia ini akan mengurangi produksi demi menekan kondisi kelebihan suplai minyak. Selain menaikan harga untuk wilayah Asia, Arab Saudi juga berencana menaikan premi atau biaya jasa atas minyak mentah jenis light crude oil.

    Produsen minyak pelat merah Arab Saudi, Saudi Aramco, menaikan harga jual minyak mentah untuk wilayah Asia sebesar 60 sen per barrel. Dengan demikian, harga minyak mentah jenis light crude oil untuk Asia menjadi sekitar 15 sen di bawah harga patokan regional.

    Baca: Proyeksi 2017, Harga Komoditas Energi Makin Melambung

    Sebelumnya, Bloomberg Survey telah memperkirakan perusahaan akan menaikan harga sekitar 50 sen per barrel.  Sepanjang tahun lalu, harga minyak mentah dunia telah melonjak naik 52 persen. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan tahunan dalam empat tahun terakhir setelah OPEC setuju mengurangi produksi untuk pertama kalinya dalam kurun 8 tahun terakhir.

    Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/ OPEC) dan 11 negara produser minyak, termasuk Rusia, telah sepakat menurunkan produksi minyak sebesar 1,8 million barel per hari tahun ini. Langkah itu dilakukan setelah harga minyak dunia turun lebih dari separuh dari level harga pada 2014.

    Baca: Pertamina Klaim Rugi Akibat Harga Premium Tak Naik

    Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan harga minyak mentah akan kembali pulih setelah OPEC memenuhi perjanjian tahun lalu di Riyadh. Intervensi OPEC, kata Al-Falih, bertujuan menyeimbangkan kembali pasar minyak dunia karena harga komoditas ini harus naik demi mendorong investasi cadangan minyak baru. “Minyak akan seimbang di kisaran US$50 dan US$100 per barel,” ungkapnya.

    Pasar konsumen di AS akan membayar premi sebesar 20 sen per barel atau lebih tinggi baik untuk minyak mentah jenis extra light dan light pada Februari mendatang. Sementara itu, Aramco menegaskan minyak mentah jenis medium dan heavy blend tidak mengalami perubahan.

    Di sisi lain, Aramco justru menurunkan harga bagi semua jenis minyak mentah yang dijual untuk wilayah Eropa Barat Laut dan Mediterania pada bulan depan.

    Saudi Aramco telah mengurangi penjualan minyak mentah pada bulan ini untuk wilayah Asia Tenggara sebagai bagian dari pemenuhan perjanjian OPEC di mana perusahaan harus mengurangi produksi 486.000 barel per hari menjadi hanya 10,1 juta barel 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.