WIKA Menangkan Tender Penataan Pantai Kuta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut PT Wijaya Karya, Bintang Perbowo, (tengah), Dirut PT Waskita, M Choliq (kiri), dan Dirut PT Hutama Karya, dan Dirut Jasa Marga (kanan) saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    Dirut PT Wijaya Karya, Bintang Perbowo, (tengah), Dirut PT Waskita, M Choliq (kiri), dan Dirut PT Hutama Karya, dan Dirut Jasa Marga (kanan) saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk mencatatkan perolehan kontrak baru di 2017 setelah ditetapkan sebagai pemenang tender proyek konstruksi Jalan Taman Ruas C-I, I-I1, E-R-S-T, R-R1, dan penataan Pantai Kuta, Mandalika, Lombok. Semua proyek ini memiliki total nilai sebesar sekitar Rp 138,107 miliar.

    Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo, menuturkan pengumuman tender itu berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/Indonesia Tourism Development. Keputusan WIKA sebagai pemenang tercantum dalam Surat Keputusan bernomor 01/Peng/Dir/ITDC/2017.

    “WIKA memproyeksikan pada 2017 akan memperoleh kontrak dihadapi sebesar Rp 102,937 triliun atau naik 26,30 persen dari target tahun lalu,” ujar Bintang, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Januari 2017.

    Dengan begitu, total kontrak tahun ini terdiri atas target kontrak baru 2017 sebesar Rp 43,245 triliun dan carry over 2016 sebesar Rp 59,692 triliun. Sedangkan tahun ini WIKA memproyeksikan target penjualan mencapai Rp 25,747 triliun atau naik 32,81 persen dari target 2016, yang sebesar Rp 17,29 triliun.

    Manajemen memperkirakan jumlah laba yang dapat diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk 2017 diproyeksikan sebesar Rp 1.219 triliun. Adapun komposisi perolehan kontrak baru 2017 diproyeksikan berasal dari pemerintah 29,8 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40,2 persen.

    Adapun untuk belanja modal (capital expenditure) 2017, WIKA menganggarkan Rp 12,016 triliun. Total belanja modal itu terdiri atas aset tetap Rp 871,15 miliar, penyertaan pada entitas anak Rp 1,119 triliun, penyertaan pada entitas asosiasi Rp 2,287 triliun, pengembangan usaha (PMN) senilai Rp 2,365 triliun, serta pengembangan usaha di luar PMN, yakni Paket 1 Rp 1,467 triliun dan Paket 2 Rp 3,905 triliun.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?