Target Pembangunan Infrastruktur 2017 Fokus Pemerataan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan meresmikan proyek pembangunan tahap I Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Pintu Tol Taman Anggrek, TMII, Jakarta, 9 September 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan meresmikan proyek pembangunan tahap I Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Pintu Tol Taman Anggrek, TMII, Jakarta, 9 September 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan kementeriannya berfokus pada pemerataan pembangunan di Indonesia pada 2017. Ia pun menargetkan pembangunan 65 bendungan untuk aliran irigasi dengan target peningkatan pengairan hingga 20 persen di sektor pertanian.

    Baca : Dana Lahan Bendungan Senilai Rp 679 Miliar Siap Dicairkan

    "Di Indonesia saat ini memiliki 230 bendungan yang menyuplai irigasi baru sekitar 11 persen dari 7,3 hektare lahan irigasi," ujar Basuki melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017.

    Menurut Basuki, penyediaan bendungan di lahan irigasi dapat meningkatkan kapasitas daya tanam di lahan sehingga indeks penanaman (IP) bisa mencapai 3 kali dalam setahun. Basuki menuturkan pembangunan dan rehabilitasi irigasi juga dilakukan di area sawah yang masih tadah hujan. Ia pun menargetkan rehabilitasi irigasi seluas 3 juta hektar dilakukan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

    Baca: Pembangunan Bendungan Kuwil Minahasa Masuk Tahap Konstruksi

    Basuki menargetkan sebanyak tiga bendungan akan selesai dibangun pada 2017. Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Teritip, dan Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur.

    Sementara itu, sebanyak delapan bendungan baru dimulai pembangunannya pada 2016. Kedelapan bendungan tersebut adalah Bendungan Way Sekampung di Lampung, Bendungan Ciawi, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Cipanas, dan Bendungan Sukamahi di Jawa Barat, Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, dan Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur.

    Baca : Bengawan Solo Meluap, Bojonegoro Tawarkan Wisata Banjir

    Basuki menjelaskan fokus pemerataan pembangunan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Tujuannya, agar pembangunan infrastruktur dilakukan merata dan dampaknya dirasakan langsung. "Ya fokusnya di situ (pemerataan),” kata Basuki.

    Ia mengklaim peningkatan rasio gini dari 0,41 menjadi 0,39 adalah dampak dari pembangunan infrastruktur selama dua tahun. "Ada empat sektor yang akan terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yakni sektor jasa, pertanian dan kehutanan, pertambangan dan infrastruktur, " ujar dia.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.