Kementerian Pertanian Targetkan Produksi Alsintan 1.000 Unit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah traktor tengah memanen ratusan tanaman gula bit, di ladang pertanian pabrik gula Zainsk. Ladang ini dioperasikan oleh ZAO Agrosila Group, salah satu perusahaan agrikultur terbesar. Zainsk, Rusia, 4 September 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    Sebuah traktor tengah memanen ratusan tanaman gula bit, di ladang pertanian pabrik gula Zainsk. Ladang ini dioperasikan oleh ZAO Agrosila Group, salah satu perusahaan agrikultur terbesar. Zainsk, Rusia, 4 September 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian menargetkan produksi alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam negeri untuk tahun ini mencapai seribu unit. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai target tersebut perlu dikejar untuk mendorong modernisasi sektor pertanian di Indonesia.

    Baca : 72 Ribu Hektare Lahan Sawit Sudah Alih Fungsi Jadi Persawahan

    "Kita ingin semua alat dan mesin pertanian diproduksi di dalam negeri. Anggaran tahun ini sudah kita siapkan hingga Rp 2 triliun," ujarnya di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017.

    Amran akan mencoba memproduksi alsintan secara bertahap, mulai 20 unit, 100 unit, hingga 1.000 unit. Dia menuturkan produksi alsintan akan dilakukan secara sinergis antara para ahli dari Perhimpunan Teknik Pertanian (Perpeta) dan universitas di dalam negeri dengan asosiasi alat serta mesin pertanian.

    BacaMenteri Pertanian: Pendapatan Petani Jagung Setara Menteri

    Produksi alsintan melibatkan badan usaha. Salah satunya dengan penandatangan nota kesepahaman antara Badan Litbang Kementerian Pertanian dan PT Birawa Megah Wiratama.

    Baca: Mentan Targetkan Cetak 75 Ribu Hektare Sawah Baru di Kalimantan

    "Nantinya, para ahli yang mempunyai teknologi alsintan untuk diproduksi akan dapat royalti sampai 2,5 persen dari harga jual. Kalau terjual Rp 1 miliar saja, kan lumayan," tuturnya.

    Amran berjanji akan memfasilitasi pendanaan bagi para ahli dan peneliti yang serius melakukan inovasi sekaligus produksi alat dan mesin pertanian. Kementerian mengklaim, selama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi pergeseran tenaga kerja pertanian ke non-pertanian lebih dari 5 persen. Pergeseran ini menyebabkan jumlah petani di Indonesia pada 2015 hanya tersisa 27 juta. Jadi mekanisasi pertanian perlu ditingkatkan untuk meningkatkan produksi.

    FAJAR PEBRIANTO | ALI HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.