Garuda Siapkan Airbus Layani Rute Jakarta-Jayapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia segera menggunakan pesawat Airbus untuk melayani penerbangan rute Jakarta-Jayapura. Pesawat airbus ini dinilai memiliki kapasitas lebih besar dibanding Boeing yang saat ini digunakan.

    "Dalam waktu dekat, kami akan ganti tipe pesawat Boeing dengan Airbus untuk penerbangan yang dari Jakarta ke Jayapura. Kami coba ganti karena kargo dari Jakarta banyak sekali, dan ini bisa menampung semua," ujar Sales and Marketing Manager Garuda Cabang Jayapura Octavianus J.H. Tampi, di Jayapura, Jumat, 6 Januari 2017.

    Baca: Garuda Siap Layani Rute Wamena-Jayapura, Ini Kendalanya

    Ia mengatakan pihaknya juga mempertimbangkan faktor tingginya frekuensi penumpang yang menggunakan rute tersebut. Octavianus mengklaim jajaran direksi Garuda memandang prospek pasar di Jayapura sudah tidak bisa lagi diatasi pesawat Boeing 737-800.

    Namun hal tersebut masih mengalami kendala fasilitas di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, yang belum memadai untuk didarati pesawat Airbus, yang lebih besar dibanding Boeing. "Garuda sudah siap sejak Oktober 2016. Direksi minta Garuda terbang pakai Airbus. Hanya kondisinya belum memungkinkan di Jayapura," ucapnya.

    Baca: Tabrak Burung, Pesawat Garuda Batal Terbang ke Jakarta

    Ia menyebutkan kendala-kendala tersebut sudah dikomunikasikan dengan pihak bandara. Pihak bandara berjanji akan menyesuaikan fasilitas di sana agar bisa didarati Airbus.

    "Mudah-mudahan Maret 2017 sudah siap. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak bandara, dan mereka menyatakan akan mendukung. Nanti akan dikomunikasikan lagi," tutur Octavianus.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.