Kemenhub Tetapkan Gapeka 2017, Ini Rute Kereta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mengunjungi proyek kereta bandara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 4 November 2016. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    Presiden Joko Widodo mengunjungi proyek kereta bandara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 4 November 2016. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    TEMPO.CO, Jakarta -  Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah menetapkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) untuk tahun 2017. Ketetapan ini diatur dalam  SK Dirjen Perkeretaapian No.KA 407/SK.332/DJKA/12/16tanggal 29 Desember 2016.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan Gapeka 2017 juga sudah mengakomodir pola dan pengaturan operasi kereta Commuter Bandara Soekarno - Hatta dengan KRL, dimana salah satunya adalah menghapuskan feeder Manggarai - Duri karena slot waktu akan digunakan untuk kereta Bandara yang diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2017."Sebaliknya, akan ada penambahan frekuensi perjalanan kereta  loopline Bogor - Manggarai - Jatinegara," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis 5 Januari 2017.

    Pada Gapeka  2017,terdapat beberapa penambahan kereta  yaitu kereta Ranggajati relasi Cirebon - Surabaya Gubeng - Jember (Eksekutif & Bisnis), KA Ambarawa Ekspress relasi Surabaya Turi – Semarang Poncol (Ekonomi AC), KA Bandara Internasional Minangkabau dan KA Commuter Bandara Soekarno – Hatta.

    Selain penambahan kereta, juga terdapat pengurangan frekuensi dan penghapusan kereta api seperti KA Menoreh relasi Semarang Tawang - Pasar Senen (Ekonomi AC), KA Blora Jaya relasi Bojonegoro - Semarang Poncol (Lokal) dan KA Ciremai relasi Cirebon - Cikampek - Bandung (Eksekutif Bisnis) yang mengalami pengurangan frekuensi perjalanan. Sementara  KA Tegal Arum relasi Tegal - Pasar Senen (Ekonomi Jarak Menengah), KA Sarangan relasi Surabaya Gubeng - Madiun (Bisnis), KA Cepu Express relasi Surabaya Turi - Cepu - Semarang Poncol (Lokal), KA Arjuna relasi Surabaya Kota - Madiun dan KA Madiun Jaya relasi Madiun - Yogyakarta merupakan kereta yang dihapuskan.

    KA Sarangan dihapuskan karena memiliki okupansi yang rendah dan untuk relasi tersebut akan terlayani oleh KA Mutiara Selatan yang mengalami perpanjangan relasi sampai dengan Malang. KA Cepu Ekspress, KA Arjuna dan KA Madiun Jaya dihapuskan karena ketidaktersediaan sarana (KRD). Untuk KA Cepu Ekspress dapat terlayani oleh KA Tawang Jaya rangkaian panjang.

    Perubahan relasi juga terjadi pada beberapa KA diantaranya KA Cirebon Express relasi Cirebon - Gambir menjadi KA TegalBahari relasi Tegal - Gambir, KA Ciremai relasi Cirebon - Cikampek - Bandung menjadi Semarang Tawang - Cikampek - Bandung.  KA Mutiara Selatan relasi Surabaya Gubeng - Bandung menjadi Bandung - Surabaya Gubeng - Malang, KA Krakatau relasi Kediri - Kampung Bandan - Merak menjadi Blitar - Kampung Bandan - Merak, KA Joglo Ekspres relasi Solo Balapan - Yogyakarta menjadi KA Joglokerto relasi SoloBalapan - Purwokerto, dan KA Probowangi relasi Surabaya - Banyuwangi menjadi Surabaya Gubeng - Banyuwangi.

    Prasetyo mengatakan waktu perjalanan juga mengalami perubahan. Hal ini karena adanya perubahan lokasi pengisian air dan pergantian kru dan dengan jumlah kereta  yang bertambah seperti KA Eksekutif yang sebelumnya berjumlah 14 menjadi 16  di tahun 2017. Adapun penambahan dua kereta  eksekutif tersebut yaitu KA Purwojaya yang dulunya merupakan KA kelas bisnis dengan relasi Gambir - Kroya - Cilacap.  Selain itu, Gapeka  2017 juga telah mengantisipasi rencana perpanjangan layanan KRL sampai dengan Rangkasbitung.

    “Kami harap Gapeka  ini berjalan dengan baik dan lancar sehingga masyarakat pengguna moda kereta api dapat merasakan kenyamanan yang sesungguhnya dengan adanya KA Bandara yang terkoneksi dengan Commuter Line Jabodetabek,” ucap  Prasetyo.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?