PGN Bangun Pipa Gas Gresik-Lamongan-Tuban 141 KM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa pipa gas di Onshore Receiving Facilities (ORF) milik PT Pertamina Gas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 26 Februari 2016. Gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk, pembangkit listrik, industri dan jaringan gas kota untuk rumah tangga. ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas memeriksa pipa gas di Onshore Receiving Facilities (ORF) milik PT Pertamina Gas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 26 Februari 2016. Gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk, pembangkit listrik, industri dan jaringan gas kota untuk rumah tangga. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas jaringan pipa gas bumi di berbagai daerah dengan antara lain membangun ruas Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur sepanjang 141 km.

    "PGN akan terus agresif dalam membangun jaringan pipa gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat. Salah satunya di Jawa Timur seperti ruas Gresik-Lamongan-Tuban," kata Vice President Corporate Communication PGN Irwan Andri Atmanto dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (5 Januari 2017).

    Ia mengatakan, untuk tahap pertama ruas Gresik-Lamongan-Tuban, PGN tengah membangun pipa gas di Desa Suci hingga Desa Sembayat di Gresik sepanjang 11,5 km.

    "Proyek tahap I ini ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2017," ucapnya.

    Menurut dia, pipa gas tersebut akan tersambung dengan pipa PGN yang sudah eksisting di Jawa Timur.

    Dengan keberadaan jaringan pipa gas itu, lanjutnya, maka akan makin banyak lagi industri, UKM, usaha komersial seperti hotel, mal, rumah sakit, dan rumah makan, rumah tangga hingga transportasi menikmati energi baik gas bumi yang bersih dan efisien dari PGN dibanding bahan bakar lainnya.

    Dalam pembangunan jaringan gas bumi, Irwan menambahkan, PGN membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat.

    "Dukungan itu kami harapkan karena selama proses pembangunan pipa gas terkadang menimbulkan rasa kurang nyaman bagi masyarakat pengguna jalan ketika pipa ditanam di pinggir jalan," tuturnya.

    Ia mengatakan, untuk mengurangi ketidaknyamanan itu, dalam setiap pengerjaan proyek pipa gas, PGN selalu mengedepankan profesionalisme.

    "Proyek penggalian pipa gas akan diselesaikan tepat waktu dan tanah yang digali segera dikembalikan pada kondisi seperti semula bahkan lebih baik," ujarnya.

    Sebagai contoh, menurut dia, pada ruas Desa Suci-Desa Sembayar sepanjang 11,5 km, PGN memindahkan tanah galian ke lokasi lain sehingga mengurangi ketidaknyamanan pengguna jalan.

    Setelah pipa gas selesai ditanam, PGN akan memperbaiki jalan yang digali dan mengaspalnya hingga mulus.

    Irwan juga mengatakan, pembangunan proyek pipa gas Gresik-Lamongan-Tuban sekaligus komitmen PGN membuka wilayah-wilayah pasar gas bumi baru di Jawa Timur.

    Pada 2016, PGN memperkuat jaringan pipa di Jawa Timur dengan membangun di Sidoarjo sepanjang 32 km, Surabaya 23 km, dan Pasuruan dua km.

    Hingga saat ini, total panjang pipa gas PGN di Jawa Timur mencapai 1.155 km, dengan rincian Surabaya 552 km, Sidoarjo 404 km, dan Pasuruan 199 km.

    "Proyek pipa tersebut sudah beroperasi dan mengalirkan gas ke berbagai pelanggan seperti industri, UKM, usaha komersial hingga rumah tangga," jelasnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.