Setoran Kementerian Kelautan dan Perikanan Naik Empat Kali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penghargaan gelar Doctor HC Susi Pudjiastuti dari UNDIP(Komunika Online)

    Penghargaan gelar Doctor HC Susi Pudjiastuti dari UNDIP(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta -Hingga akhir 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meraup Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp 360,86 miliar. Jumlah tersebut naik 4,6 kali lipat dari PNBP SDA KKP di 2015 sebesar Rp 77,49 miliar.

    Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan, meski terdapat kenaikan, pada 2015 merupakan pengecualian. Sebabnya saat itu sedang dilakukan pembenahan sehingga PNPB berkurang.

    Baca : Polisi Tangkap Sindikat Perdagangan Baby Lobster Ilegal

    Saat itu pungutan tidak diberlakukan terhadap kapal yang dikenai pengukuran ulang karena markdown kapal atau pemalsuan berat kapal. “Meskipun 2015 tidak banyak yang dipungut karena pembenahan, tapi 2016 salah satu yang tertinggi," ujar Zulficar Mochtar di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis, 5 Januari 2017.

    Adapun 2016, besarnya realisasi PNBP banyak didukung oleh penataan proses perizinan dan pembukaan gerai-gerai. Selain itu, adanya moratorium kapal asing juga mendukung kenaikan PNBP.

    Baca : KKP Serap 96,9 Persen Anggaran Tahun Ini

    Penataan perizinan telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPP) KKP dengan menerbitkan 6.573 izin. Yang terdiri dari 2.313 SIUP, 3.944 SIPI, dan 316 SIPI dengan total pendapatan PNBP sebesar Rp 360,86 miliar. Sementara, gerai perizinan ukur ulang kapal juga telah dilakukan di 32 provinsi, dan layanan e-service perizinan perpanjangan izin berbasis online untuk mempermudah stakeholder juga telah berjalan.

    Kenaikan penerimaan tersebut membuat KKP yakin tahun ini kembali meraup keuntungan hingga tiga kali lipat. "Target tahun 2017, pemerintah bersama sudah sepakat dalam APBN 2017 sebesar Rp 950 milar," ucap Direktur Pengendalian Penangkapan Ikan, Saifuddin.

    Menurut Zulficar, capaian Indikator Kinerja KKP tahun lalu diukur berdasarkan dua indikator kinerja utama yakni nilai tukar nelayan dan produksi perikanan tangkap 2016. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (angka capaian bulan Desember), nilai tukar nelayan pada 2016 mencapai 109. Jumlah tersebut meningkat 2,69 persen dibandingkan 2015 sebesar 106,14.

    Sedangkan untuk nilai produksi perikanan tangkap 2016, nilai produksi mencapai Rp 125,38 triliun, dengan volume produksi 6,83 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 7,79 persen dibandingkan nilai produksi perikanan tangkap 2016 dengan nilai produksi mencapai Rp 116,31 triliun, dengan volume produksi 6,52 juta ton.

    DESTRIANITA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.