Jokowi: Kawasan Industri Mesti Terhubung dengan Tol Laut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meresmikan topping off sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi rumah susun untuk wisma atlet Asian Games 2018 di Kemayoran, Jakarta, 29 Desember 2016. Dalam peresmian tersebut Jokowi didampingi Menpora Imam Nahrawi, Mensesneg Pratikno, serta Menteri PU Pera Basuki Hadi Mulyono. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi meresmikan topping off sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi rumah susun untuk wisma atlet Asian Games 2018 di Kemayoran, Jakarta, 29 Desember 2016. Dalam peresmian tersebut Jokowi didampingi Menpora Imam Nahrawi, Mensesneg Pratikno, serta Menteri PU Pera Basuki Hadi Mulyono. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar moda tol laut dan jembatan udara dapat terintegrasi dengan kawasan industri dan sentra logistik. Dalam pembukaan rapat terbatas mengenai Pengembangan Program Tol Laut dan Pos Logistik dan Jembatan Udara (Tol Udara), Jokowi mengatakan hal itu ditujukan untuk menguatkan konektivitas sehingga menggerakkan ekonomi daerah secara maksimal.

    "Sehingga lancar konektivitas antar daerah, tidak hanya membawa barang ke daerah pedalaman, terpencil dan terdepan, tapi sebaliknya mampu juga membawa balik barang-barang yang dihasilkan dari daerah tersebut ke daerah yang lain di seluruh pelosok Tanah Air," katanya di Kantor Presiden, Kamis, 5 Januari 2017.

    Baca: Tahun Ini Kapal Roro Masuk Subsidi Program Tol Laut

    Jokowi menegaskan kembali bahwa prioritas pembangunan infrastruktur transportasi untuk menjalin konektivitas antarkota, antarprovinsi, antarkabupaten, antarpulau, dan antarwilayah. Tujuan akhirnya adalah pemerataan pembangunan serta mempersempit ketimpangan antar kota dengan desa, antar daerah dengan daerah, antar wilayah dengan wilayah di seluruh pelosok Tanah Air.

    Baca: Menteri Rini Minta ASDP Benahi Pelabuhan Merak

    "Itu artinya kita tidak cukup hanya membangun pelabuhan dan bandara. Dan tidak cukup hanya menyediakan angkutan barang di laut maupun udara," kata Jokowi.

    Namun, Jokowi melanjutkan, harus pula dipastikan persoalan angkutan barang kebutuhan pokok dari dan ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. "Karena saudara kita di daerah tersebut bukan hanya harus membayar dengan harga berlipat, berpuluh kali lipat lebih mahal dari yang ada di Jawa, namun juga sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.