2017, Dirjen Perikanan Tangkap Siapkan Anggaran Rp 2 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat melakukan rilis kasus bibit lobster ilegal di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Desember 2016. Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi bersama KKP berhasil mengamankan 30 ribu bibit lobster. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Petugas kepolisian Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat melakukan rilis kasus bibit lobster ilegal di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Desember 2016. Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi bersama KKP berhasil mengamankan 30 ribu bibit lobster. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta – Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan pagu sebesar Rp 2,02 triliun tahun ini. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Zulficar Mochtar, mengatakan, dari jumlah tersebut, Rp 1,4 triliun akan diprioritaskan untuk kegiatan para stakeholder.

    Dana itu antara lain digunakan untuk pembiayaan 1.080 unit kapal perikanan, 2.990 unit alat penangkap ikan, dan 500 ribu premi asuransi nelayan. Selain itu, anggaran akan digunakan untuk pembiayaan di empat lokasi sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT), yakni di Natuna, Nunukan, Saumlaki, dan Merauke, serta tujuh pelabuhan perikanan prioritas nasional.

    Baca: Kredit Perikanan Tersalurkan Rp 23,2 Triliun

    "Salah satu kegiatan prioritas 2017 adalah SKPT, di mana lokasi SKPT Merauke pada 2017 menggantikan Tual, sementara Natuna, Nunukan, dan Saumlaki masih terus berlanjut. Kami berharap 2017 target prioritas DJPT dapat tercapai dan bantuan kepada nelayan dapat tersalurkan tepat waktu," ujar Zulficar di kantor Kementerian Perikanan, Kamis, 5 Januari 2017.

    Di samping itu, DJPT akan memanfaatkan anggaran tersebut untuk pembangunan pelabuhan di tujuh lokasi yang menjadi prioritas nasional, yakni Pelabuhan Muara Baru, Jembrana, Sendang Biru, Jayanti, Pangandaran atau Cikidang, dan Untia.

    Baca: Polisi Tangkap Sindikat Perdagangan Baby Lobster Ilegal

    Tahun lalu, Ditjen Perikanan Tangkap telah melakukan efisiensi anggaran. Zulficar menambahkan, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga, anggaran DJPT telah dipotong cukup signifikan. Pasca-selfblocking, anggaran menjadi Rp 1,85 triliun.

    Adapun program bantuan pada 2016 terdiri atas sarana penangkapan ikan (kapal dan alat penangkap ikan), peningkatan kehidupan nelayan, penataan perizinan, keberlanjutan sumber daya alam, dan pembangunan wilayah terluar. "Kami berharap langkah kami sudah tepat dan sepenuhnya dimaksimalkan untuk program bantuan kepada nelayan," ucap Zulficar.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.