Inflasi Rendah, Ekonom: Waspadai Tekanan Harga Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis angka inflasi terendah dalam kurun waktu lebih dari lima tahun terakhir. Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian menilai rendahnya angka inflasi sepanjang tahun ini karena pemerintah mampu mengendalikan stabilitas harga makanan, yang notabene menjadi salah satu momok inflasi bagi Indonesia.

    BPS mencatat indeks harga konsumen sebesar 0,42 persen secara bulanan pada Desember lalu. Sehingga akumulasi inflasi Indonesia Januari - Desember mencapai 3,02 persen secara tahunan. Ini adalah pencapaian terendah sejak 2009, yang pernah tercatat sebesar 2,78 persen.

    Inflasi inti sepanjang Januari - Desember tercatat sebesar 3,07 persen secara tahunan. Inflasi pada Desember terutama berasal dari kenaikan harga bahan makanan.

    "Meski ada faktor musiman pada Desember, namun tahun ini pemerintah cukup mampu mengantisipasi kenaikan harga makanan, sehingga tekanan harga dari bahan makanan tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya," kata Fakhrul dalam pernyataan tertulisnya, Rabu, 4 Januari 2017.

    Baca: JP Morgan Diputus, Sri Mulyani: Ekonomi Dikelola Profesional

    Menurut Fakhrul, tantangan ke depan pemerintah adalah tekanan inflasi berasal dari administered price seperti penyesuaian harga bahan bakar minyak dan listrik. ''Peran pemerintah untuk membenahi sisi suplai menjadi sangat penting, misalnya dengan membenahi jalur distribusi diharapkan bisa meminimalisasi dampak kenaikan harga BBM dan listrik," ucapnya.

    Bahana memperkirakan inflasi pada akhir tahun ini bisa naik menjadi 3,8 persen dengan adanya kemungkinan kenaikan harga BBM dan listrik. Terlebih pemerintah berencana mencabut subsidi untuk pelanggan 990 VA yang jumlahnya diperkirakan mencapai 18,8 juta pelanggan.

    Pencabutan subsidi ini akan dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali, yang dimulai pada awal tahun ini. Namun, kata Fakhrul, pemerintah masih sangat berhati-hati mengeksekusi rencana kenaikan harga karena pemerintah sangat menyadari pencabutan subsidi ini bakal mengkerek angka inflasi sepanjang tahun ini.

    Baca: Alasan YLKI Tolak Kenaikan Tarif Pengurusan STNK dan BPKB 

    Dalam rencana anggaran tahun ini, pemerintah menargetkan inflasi tidak akan melampaui 4 persen. Tapi, bila kenaikan harga listrik dan BBM tetap akan dilaksanakan, Kementerian Koordinator Perekonomian harus mempersiapkan program pengendalian inflasi yang terfokus pada stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?