Target Kunjungan 20 Juta Wisatawan Asing Diyakini Tercapai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang wisatawan asing berfoto diatas batu karang pantai Padang-padang, Uluwatu, Bali, 15 Desember 2016. Hanya dengan biaya tiket Rp. 10.000 wisatawan dapat menikmati keindagan pantai yang dihiasi dengan batu karang. TEMPO/Fajar Januarta

    Sepasang wisatawan asing berfoto diatas batu karang pantai Padang-padang, Uluwatu, Bali, 15 Desember 2016. Hanya dengan biaya tiket Rp. 10.000 wisatawan dapat menikmati keindagan pantai yang dihiasi dengan batu karang. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah yakin target kunjungan wisatawan asing sebesar 20 juta kunjungan pada 2019 bakal tercapai. Pasalnya capaian kunjungan wisatawan asing selama 11 bulan pertama tahun ini telah mencapai 10.405.947 kunjungan atau tumbuh sekitar 10 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis kemarin menunjukkan selama November saja, jumlah kunjungan turis mencapai 1 juta. Angka tersebut tumbuh hampir 20 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

    Pemerintah menargetkan kunjungan wisman pada tahun ini sebesar 12 juta kunjungan. Dengan capaian sementara hingga November 2016, dibutuhkan sekitar 1,6 juta kunjungan wisman lagi, sehingga dapat menembus target yang dipatok selama 2016.

    Deputi Bidang Statisitik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menilai kenaikan kinerja kunjungan sebesar 10 persen dalam 11 bulan pertama tahun ini mencerminkan tingginya minat berwisata para turis di dalam negeri. Bahkan, dia optimistis kunjungan tersebut akan terus meningkat. “Ditambah dengan kontribusi Desember yang belum dihitung, kemungkinan besar target tercapai,” ujar Sasmito kepada Bisnis, Selasa, 3 Januari 2017.

    Dihubungi secara terpisah, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menilai para pemangku kepentingan pariwisata harus lebih bekerja keras untuk mencapai target yang sudah dipatok. “Kalau dilihat dari data BPS, berarti kurang 1,6 juta kunjungan wisman lagi. Jumlah itu memang sudah tidak bisa dikejar karena periodenya sudah lewat, tinggal menunggu hasil perhitungan Desember 2016,” jelas Asnawi saat dihubungi.

    Asnawi mengungkapkan berdasarkan tren setiap tahun, kunjungan wisman justru akan menurun pada Desember. Pasalnya, biasanya para pelancong mancanegara tersebut cenderung memilih destinasi wisata lainnya. Kendati demikian, pelaku usaha optimistis kunjungan wisman dapat menembus 1 juta pada Desember.

    Dengan tambahan kontribusi dari wisatawan yang masuk melalui perbatasan, angka 12 juta diyakini bisa tercapai. Sisa jumlah 600.000 dapat diakumulasi dengan wisatawan yang datang dengan menyeberang perbatasan.

    "Kalau akhir tahun, semua negara memang berebut untuk menarik turis jadi sejauh ini memang mengalami penurunan pada periode akhir tahun,” ujar Asnawi, Dilihat dari data BPS terbaru itu, wisman yang datang ke Indonesia masih didominasi pelancong asal Cina. Selama November 2016, kunjungan turis Cina mencapai 125.103.

    Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan periode November 2015 yang sebesar 86.270. Negara lain yang mendominasi kunjungan wisman ke Indonesia di antaranya Singapura, Malaysia, dan Australia. Peningkatan tertinggi terjadi untuk jumlah wisman asal Australia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.