Isu Reshuffle, Bambang Masuk Bursa Calon Presiden IFAD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah), bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Menkominfo Rudiantara  tiba di Pusat Logistik Berikat (PLB), Jakarta, 10 Maret 2016. Paket kebijakan ekonomi jilid II tersebut diterbitkan pemerintah pada Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (tengah), bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Menkominfo Rudiantara tiba di Pusat Logistik Berikat (PLB), Jakarta, 10 Maret 2016. Paket kebijakan ekonomi jilid II tersebut diterbitkan pemerintah pada Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengikuti pemilihan Presiden International Fund for Agricultural Development (IFAD) atau Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian. Seleksi dimulai sejak November 2016. "Pemilihan Presiden IFAD masih pertengahan Februari dan harus bersaing dengan tujuh kandidat lain," kata Bambang kepada Tempo, Selasa malam, 3 Januari 2017.

    IFAD merupakan lembaga keuangan internasional khusus pertanian dan pembangunan desa yang fokus pada perbaikan nasib petani dan nelayan. Menurut Bambang, programnya IFAD di Indonesia langsung bersinggungan dengan petani dan nelayan di daerah.

    Baca : Isu Reshuffe Kabinet, Golkar Telah Siapkan Kadernya

    Bambang termotivasi mengikuti seleksi Presiden IFAD agar bisa menduduki jabatan di lembaga internasional. "Belum pernah ada orang Indonesia di pucuk pimpinan lembaga internasional, bagian dari sistem United Nation (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," kata dia.

    Jika terpilih, Bambang akan berkantor di pusat IFAD di Roma, Italia. Dia siap mengundurkan diri dari jabatannya saat ini. "Harus dilepas. Iya (resign)," kata Bambang.

    Sebelum menjabat Kepala Bappenas, Bambang menjabat Menteri Keuangan pada Oktober 2014-Agustus 2016. Posisi Bambang di Kemenkeu digeser oleh Sri Mulyani Indrawati berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo. Di lembaga internasional, Bambang pernah menjadi Director General Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank (IDB) hingga Tahun 2011.

    Baca : Isu Reshuffle Kabinet, Gerindra Klaim Ditawari 4 Pos Menteri

    Kabar Bambang bakal meninggalkan kursi menteri telah santer beredar sejak awal November lalu. Kala itu, Bambang mengatakan telah dipersiapkan untuk menduduki jabatan di lembaga internasional dalam suatu rapat di kementeriannya. Seorang pejabat mengatakan Bambang pertama kali mengutarakan rencana itu dalam rapat pimpinan yang digelar pada 7 November.

    Rapat ini dihadiri hampir semua jajaran eselon I Bappenas. Pejabat itu menyatakan keputusan meninggalkan kursi menteri tak terhindarkan. “Sekarang sudah masuk tahap lobi-lobi untuk meloloskan Pak Bambang,” kata dia.

    Jika Bambang terkena reshuffle, Bappenas mengalami pergantian pemimpin tiga kali dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dua pejabat sebelumnya adalah Andrinof Chaniago yang kini Komisaris Utama Angkasa Pura I, dan Sofjan Djalil yang menduduki Menteri Agraria dan Tata Ruang pada perombakan kabinet jilid dua, Juli lalu.

    Baca : Presiden Jokowi Singgung Reshuffle Saat Bertemu Para Pemred

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hendrawan Soepratikno, mengatakan telah mendengar rencana Jokowi untuk merombak lagi kabinetnya. PDI Perjuangan merupakan partai utama pengusung Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 lalu.

    Menurut Hendrawan, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah melayangkan surat rekomendasi mengenai nama calon menteri kepada presiden. “Apakah bakal ada reshuffle, itu hak prerogatif beliau,” kata dia.

    PUTRI ADITYOWATI | ANDI IBNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.