Kinerja Ekspor Riau Terimbas Anjloknya Harga Minyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi disambut Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat tiba Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Rabu, 26 November 2014. ANTARA/Rony Muharrman

    Presiden Jokowi disambut Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat tiba Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Rabu, 26 November 2014. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan nilai ekspor Provinsi Riau sepanjang 2016 anjlok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini karena kinerja ekspor terdampak penurunan harga minyak dan gas bumi beberapa waktu terakhir. “Kondisi ini terjadi secara nasional,” kata orang yang akrab disapa Andi ini di Pekanbaru, Selasa, 3 Januari 2017. 

    Menurut Andi, nilai ekspor Riau sepanjang 2016 hanya US$ 10,89 miliar atau turun 4,6 persen dibanding 2015 sebesar US$ 11,41 miliar. Nilai ekspor 2016 juga jauh di bawah 2014 yang sebesar US$ 14,05 miliar. Di sisi lain, nilai impor Provinsi Riau justru melonjak menjadi US$ 1,12 miliar pada 2016 dari US$ 641 juta tahun 2015. Pada 2014, nilai impor pun hanya US$ 778,1 juta.

    “Ini mungkin karena ada kenaikan permintaan bahan baku sejumlah industri besar di Riau,” ucapnya.

    Andi menyatakan, pada 2013, pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 2,48 persen, kemudian meningkat menjadi 2,70 persen pada 2014. “Ketika itu, masih didukung kinerja sektor migas dan perkebunan," tuturnya.

    Menurut Andi, pertumbuhan ekonomi Riau mengalami pelambatan 0,22 persen pada 2015 lantaran harga pada dua sektor unggulan, yakni migas dan perkebunan, anjlok pada level terendah. Namun dia mengklaim pertumbuhan ekonomi pada 2016 ini jauh lebih baik daripada 2015, meskipun tidak lagi didukung sektor migas dan perkebunan. Sebab, Provinsi Riau mulai mengembangkan sektor pariwisata sebagai alternatif penopang ekonomi.

    Andi mengatakan penurunan harga komoditas unggulan, seperti karet dan kelapa sawit, disebabkan oleh kebijakan perdagangan negara tujuan ekspor yang tidak mendukung. Namun ia mengklaim pelemahan ekonomi tidak hanya terjadi di Riau, tapi menyeluruh di Indonesia. "Perlambatan ekonomi ini terjadi secara nasional," ucapnya.

    RIYAN NOFITRA (PEKANBARU)



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.