Harga Beras Stabil, Kepala BPS: Patut Disyukuri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembar harga beras tertempel di badan truk saat operasi pasar beras di Pasar Wonokromo, Surabaya, 26 Februari 2015. Setiap 5 kilogram beras di jual dengan harga 36.500 rupiah. TEMPO/Fully Syafi

    Lembar harga beras tertempel di badan truk saat operasi pasar beras di Pasar Wonokromo, Surabaya, 26 Februari 2015. Setiap 5 kilogram beras di jual dengan harga 36.500 rupiah. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan inflasi pada Desember 2016 sebesar 0,42 persen, terutama karena tarif angkutan udara naik selama libur Natal dan tahun baru.

    "Kalau dilihat secara umum, inflasi Desember 2016 ini disebabkan oleh naiknya tarif angkutan udara karena hari libur, jelang Natal dan tahun baru," ujar Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 3 Januari 2017.

    Tarif angkutan udara memberikan andil 0,11 persen terhadap inflasi Desember 2016. Sementara kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan, yang mencakup angkutan udara, menyumbang 0,2 persen terhadap inflasi. Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi 0,11 persen.

    Menurut Suhariyanto, inflasi dari kelompok tersebut relatif terkendali. Komoditas-komoditas yang dikhawatirkan akan menyumbang inflasi justru mengalami deflasi seperti cabai merah (0,09 persen), bawang merah (0,05 persen), dan tomat sayur (0,02 persen).

    "Beras juga sangat stabil. Keberhasilan ini patut disyukuri dan patut diapresiasi kerja keras dari beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian yang mensuplai bahan makanan dan Kementerian Perdagangan dan seluruh pihak lainnya. Jadi bahan makanan sangat bagus sekali," ujar Suhariyanto.

    Suhariyanto juga mencatat perlunya memperhatikan pengaruh komoditas cabai rawit terhadap inflasi. "Memang andilnya terhadap inflasi Desember 2016 relatif kecil 0,04 persen, tapi tidak ada salahnya kita beri perhatian di sana," katanya.

    BPS mencatat inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) masing-masing 3,02 persen.

    Komponen inti pada Desember 2016 mengalami inflasi 0,23 persen, sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Desember) 2016 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) masing-masing 3,07 persen.

    Dari 82 kota, BPS mencatat, 78 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe (2,25 persen) dan terendah terjadi di Padangsidimpuan dan Tembilahan, masing-masing 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado (1,52 persen) dan terendah di Tegal (0,09 persen).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.