BPS Simpulkan Inflasi 2016 Sangat Terkendali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menata bahan makanan jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Zabur Karuru

    Seorang pedagang menata bahan makanan jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 0,42 persen pada Desember 2016. Turun dibanding November 2016 yang 0,47 persen. Sedangkan inflasi tahunan 2016 mencapai 3,02 persen, yang merupakan inflasi terendah sejak 2010.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi di tahun ini sudah sesuai dengan target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Apa ini sudah sesuai ekspektasi pemerintah, saya kira ya. Karena di APBN saja targetnya 4 plus, minus 1 persen. Bahkan angka ini justru terletak di batas bawah, jadi sangat terkendali," kata  Suhariyanto di kantorBPS, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2017.

    Menurut Suhariyanto, kebijakan pemerintah untuk impor sejumlah komoditas dan kebijakan operasi pasar untuk menekan inflasi dan menekan harga pangan yang tinggi di 2016 dinilai cukup efektif. "Sangat efektif, karena jika tidak efektif inflasi nya akan sangat tinggi. Saya pikir operasi pasar yang dibuat pemerintah ini berjalan dengan baik," kata dia.

    Suhariyanto pun menjelaskan, inflasi Desember 2016 terpaut jauh jika dibandingkan Desember 2015. Inflasi di Desember 2015 sebesar 0,96 persen, dengan inflasi sepanjang tahun 2015 sebesar 3,35 persen.

    Komoditas impor yang biasanya menyumbang inflasi tertinggi justru cenderung deflasi. "Jadi berbagai kebijakan yang ditempuh baik operasi pasar atau yang lainnya seperti impor juga berjalan dengan baik," tutur Suhariyanto.

    Atas capaian ini, Suhariyanto mengatakan bahwa pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan lain agar inflasi sepanjang 2017 nanti bisa sesuai target pemerintah.

    RICHARD ANDIKA | JOBPIE S 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.