Inflasi 2016 Terendah Sejak 2010  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bapak Sasminto menerangkan terkait pengumuman resmi statistik di BPS Jakarta, 17 Oktober 2016. TEMPO/Natalia Oktaviani (magang)

    Bapak Sasminto menerangkan terkait pengumuman resmi statistik di BPS Jakarta, 17 Oktober 2016. TEMPO/Natalia Oktaviani (magang)

    TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik mengumumkan Indonesia mencatatkan inflasi sebesar 0,42 persen pada Desember 2016. Adapun tingkat inflasi untuk tahun kalender yang terhitung pada Januari-Desember 2016 mencapai 3,02 persen. Inflasi tahunan pada 2016 adalah terendah sejak 2010.

    “Dengan demikian, inflasi pada 2016, atau secara tahun kalender Januari-Desember, sebesar 3,02 persen," ujar ‎Kepala BPS Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2017.

    Menurut Suhariyanto, dari 82 kota yang disurvei BPS, sebanyak 78 kota mencatat inflasi dan empat kota mengalami deflasi. “Inflasi tertinggi di Lhokseumawe sebesar 2,25 persen. Kemudian di Padang Sidempuan (0,02 persen). Sedangkan untuk deflasi terendah di Manado, yaitu minus 1,52 persen," katanya

    Suhariyanto mengatakan data inflasi ini menunjukkan harga berbagai komoditas pada Desember 2016 relatif terkendali dibandingkan periode yang sama pada 2015. "Seluruh harga sangat terkendali dibandingkan Desember 2015‎," ucapnya.

    BacaMenteri Darmin Pertanyakan Dasar Analisis JP Morgan

    Suhariyanto mengatakan inflasi pada 2016 di level rendah karena inflasi bulanan dijaga dengan baik. "Inflasi ini sangat terjaga dan menjadi inflasi paling baik sejak 2010," tuturnya.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo mengatakan inflasi pada Desember rendah karena tertahan harga beberapa komoditas yang mulai menurun. "Normalnya pada Desember mendekati 1 persen. Namun kali ini cenderung di bawah normal," tutur Sasmito kepada Tempo, Senin, 2 Januari 2017.

    BacaInflasi Indonesia

    Menurut Sasmito, meski harga sejumlah bahan pangan meningkat, seperti cabai rawit merah yang harganya naik tajam hingga Rp 100 ribu per kilogram, harga komoditas substitusinya relatif lebih murah. Dia menyebutkan harga cabai merah dan hijau mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

    Selain itu, harga makanan pokok, seperti beras, menurun pada pekan terakhir dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harga tertinggi beras jenis IR 64 di Jakarta mencapai Rp 16 ribu per kilogram, sementara harga rata-rata beras Rp 11.210 per kilogram. "Harga gula pasir dan tepung terigu juga berangsur turun," ujar Sasmito.

    SimakCabai Merah Sumbang Inflasi November 2016

    Lantaran kenaikan harga pangan tak terlalu signifikan, Sasmito melanjutkan, laju inflasi pada Desember didorong kenaikan harga atau tarif yang diatur oleh pemerintah (administered price), seperti tarif angkutan. "Saat terjadi tiga liburan panjang, permintaan terhadap layanan angkutan naik sehingga tarifnya ikut," katanya.

    RICHARD ANDIKA (MAGANG) | PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.