Ini 35 Perusahaan Baru yang Bakal Melantai di Bursa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaka Slank bernyanyi bersama karyawan dan wartawn bursa saat penutupan perdagangan saham 2016 di Lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2016.  Tempo/Tony Hartawan

    Kaka Slank bernyanyi bersama karyawan dan wartawn bursa saat penutupan perdagangan saham 2016 di Lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan ada 35 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2017. Target tersebut bisa dikatakan muluk mengingat berdasarkan pencapaian pada 2016, hanya 16 perusahaan yang melakukan IPO dari target 35 perusahaan.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, mengatakan pihaknya akan memudahkan urusan administrasi yang selama ini dikeluhkan para pengusaha. Kantor cabang OJK di kota-kota besar bakal bisa dijadikan tempat mengurus administrasi calon emiten yang akan listing. Selain itu, urusan dokumen offline akan dialihkan ke sistem online. "Jadi para peminat tak perlu lagi jauh-jauh mengurus ke Jakarta," tutur dia, akhir pekan lalu.

    Nurhaida optimistis target tersebut bisa dikejar lantaran akan banyak anak perusahaan milik negara yang diprivatisasi, misalnya PT Tugu Pratama Indonesia, yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero), dan Garuda Maintenance Facility (GMF). Menurut pengalamannya, saham perusahaan BUMN kerap laris di pasar modal. "Kami sudah banyak diskusi dengan Kementerian BUMN, semoga terealisasi semua," ujarnya.

    Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan permintaan saham yang selalu besar akan menjadi pemantik perusahaan untuk go public. Program amnesti pajak, tutur Tito, menyediakan dana segar sebesar Rp 990 triliun yang masih mendekam di perbankan. Bursa sendiri menargetkan bisa menyerap dana Rp 170 triliun. "Kami baru berani targetkan 5 persen saja karena aturannya baru beres akhir Sepetember," kata dia.

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, berkat program amnesti pajak pula, perusahaan yang tertutup akan membuka diri. Sebab, selama ini masih banyak perusahaan yang enggan bersikap terbuka karena terbiasa mampu menyiasati pajak. "Sekarang tidak lagi. Mereka akan memilih menjadi perusahaan terbuka" ucapnya.

    DESTRIANITA | ANDI IBNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.