Tiga Faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. shutterstock.com

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan pergerakan rupiah pada tahun ini relatif stabil di atas Rp 13.250 per dolar Amerika Serikat, dengan batas terendah Rp 13.600 per dolar Amerika.

    Ada sejumlah faktor internal yang mempengaruhi itu. Pertama, perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional. Kedua, penetapan suku bunga Bank Indonesia, dan ketiga adalah stabilitas politik menjelang pemilihan kepala daerah, khususnya di Jakarta. Kondisi politik yang sehat dapat mendukung berjalannya roda ekonomi.

    Adapun faktor eksternal, sejumlah agenda yang diwaspadai meliputi kondisi geopolitik di zona Eropa menjelang pemilihan umum dan rencana The Fed melanjutkan pengerekan suku bunga dari level 0,5-0,75 persen.

    "Dengan melihat faktor internal dan eksternal pada 2017, rupiah kemungkinan masih stabil," tuturnya saat dihubungi, Senin, 2 Januari 2017.

    Rupiah berpeluang mendapatkan sentimen positif dari penguatan harga minyak mentah. Bila pemangkasan produksi dapat direalisasikan pada awal tahun ini, minyak WTI bisa menyentuh US$ 65 per barel pada akhir 2017.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.