Musim Paceklik, Nelayan Kupang Alih Profesi

Reporter

Sejumlah kapal nelayan ditambatkan di Pesisir Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 9 Juni 2016. Sebagian besar nelayan terpaksa tidak melaut akibat tingginya gelombang dan cuaca buruk beberapa hari terakhir. ANTARA/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Maksi Effendi Ndun mengatakan para nelayan setempat tengah berhenti melaut akibat cuaca buruk yang diperkirakan berlangsung selama lima bulan dari Desember 2016 hingga April 2017.

"Sekarang nelayan Kota Kupang sedang berhenti melaut karena cuaca buruk yang diperkirakan sampai akhir April atau awal Mei 2017," katanya, di Kupang, Senin (2 Jnauari 2017).

Dia menyebutkan, hampir semua nelayan yang mangkal di beberapa titik Kota Kupang seperti Tenau, Oeba, sampai Lasiana, berhenti melaut akibat cuaca buruk di perairan tersebut.

"Hanya ada satu, dua, nelayan pancing dasar yang melaut,  itu pun di perairan dekat, di daerah selatan yang tidak terkena gelombang tinggi," ujar Maksi.

Dia mengatakan, akibat musim paceklik (musim sepi karena ketiadaan hasil laut) yang berlangsung cukup lama, para nelayan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memilih beralih profesi.

"Pekerjaan nelayan di musim paceklik yah serobotan saja, tidak menentu, ada yang jadi buruh bangunan, tukang, kondektur angkutan, sopir, dan lain-lain sambil menunggu musim membaik," katanya.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi HNSI NTT Abdul Wahab Sidin menambahkan musim paceklik karena cuaca buruk tersebut menyebabkan nelayan cakalang tidak bisa beroperasi.

"Nelayan cakalang saat ini istirahat total karena ketiadaan umpan dari kapal bagan yang saat ini juga sedang parkir karena cuaca tidak bersahabat," kata Wahab yang juga salah satu nelayan yang bermarkas di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tenau.

Dia menambahkan, akibat cuaca buruk tersebut maka para nelayan yang berbasis di Tenau hanya bertahan dengan berbagai aktivitas seperti membereskan pukat, memancing di sekitar perairan, bahkan ada pula beralih pekerjaan menjadi buruh.

"Saat ini tidak ada pasokan ikan dari Tenau terutama cakalang. Adanya hanya ikan hasil pancingan di perairan dekat," ujar Abdul Wahab Sidin.

ANTARA






KKP dan Nelayan Bersepakat tentang Kebijakan PNBP

14 hari lalu

KKP dan Nelayan Bersepakat tentang Kebijakan PNBP

Tercapai kesepakatan bahwa penarikan PNBP Pasca-Produksi menggunakan formulasi 10 persen x HAI yang mempertimbangkan HPP.


Dua Penumpang Bajaj Jadi Korban Penodongan Residivis di Tambora, Uang Rp 8 Juta Amblas

15 hari lalu

Dua Penumpang Bajaj Jadi Korban Penodongan Residivis di Tambora, Uang Rp 8 Juta Amblas

Dua korban penodongan itu adalah nelayan yang hendak membeli perlengkapan melaut.


DPR Kritik KKP, Nelayan Kekurangan Solar dan Pupuk Subsidi

15 hari lalu

DPR Kritik KKP, Nelayan Kekurangan Solar dan Pupuk Subsidi

Komisi IV DPR RI mengkritik kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena nelayan kekurangan solar dan pupuk subsidi.


Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

15 hari lalu

Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

Komisi IV meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti isu yang beredar, antara lain demo nelayan di berbagai daerah terhadap PP 85 tahun 2021.


PLN Klaim Bangun 59 Anjungan Listrik Mandiri di Puluhan Pelabuhan

23 hari lalu

PLN Klaim Bangun 59 Anjungan Listrik Mandiri di Puluhan Pelabuhan

PLN klaim pembangunan 59 anjungan listrik mandiri menghemat 50 persen operasional nelayan.


Presiden Filipina Kunjungi China, Nelayan Berharap Dampak Positif di Laut Cina Selatan

28 hari lalu

Presiden Filipina Kunjungi China, Nelayan Berharap Dampak Positif di Laut Cina Selatan

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memulai kunjungan tiga harinya ke ibu kota China, Beijing mulai Selasa malam


Nelayan Tak Melaut karena Cuaca Buruk, Harga Ikan Melambung Naik

33 hari lalu

Nelayan Tak Melaut karena Cuaca Buruk, Harga Ikan Melambung Naik

Akibat cuaca buruk pada musim utara sebagian nelayan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, beralih profesi menjadi tukang bangunan.


Mengenal Julukan dan Keseharian Suku Bajo yang Jadi Inspirasi Film Avatar: The Way of Water

41 hari lalu

Mengenal Julukan dan Keseharian Suku Bajo yang Jadi Inspirasi Film Avatar: The Way of Water

Salah satu inspirasi Suku Metkayinandalam Avatar: The Way of Water ternyata adalah suku dari Indonesia, yakni Suku Bajo.


Pemerintah Tutup 840 Keramba Jaring Apung di Danau Toba Tahun Depan

46 hari lalu

Pemerintah Tutup 840 Keramba Jaring Apung di Danau Toba Tahun Depan

Banyak nelayan Danau Toba yang memilih bertani daripada menjaga keramba jaring apung yang jauh dari tempat tinggal dan di lokasi yang ekstrem.


Masyarakat Luwu Timur Merasa Diabaikan Perusahaan Tambang

48 hari lalu

Masyarakat Luwu Timur Merasa Diabaikan Perusahaan Tambang

Perusahaan tambang di Luwu Timur melakukan pertambangan tanpa melibatkan masyarakat. Dampak buruk dirasakan masyarakat.