Pelindo II: Rute Asia Timur Dibuka Triwulan Pertama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Desember 2016. BPS mencatat, nilai ekspor dan impor pada November 2016 surplus sebesar 0,84 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 840 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,92 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Aktifitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Desember 2016. BPS mencatat, nilai ekspor dan impor pada November 2016 surplus sebesar 0,84 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 840 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,92 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelabuhan Tanjung Priok optimistis kapal besar dengan rute Jakarta-Jepang akan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun ini, menyusul penetapan pelabuhan ini menjadi super hub untuk berkompetisi dengan Singapura.

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Elvyn G. Masassya mengungkapkan pihaknya memperkirakan paling lambat pada tiga bulan pertama rute ke Asia Timur dengan kapal besar atau mother vessel bisa diluncurkan. "Fase pertama Jepang [Asia Timur] dulu, setelah itu kita akan simulasikan untuk negara-negara lain," ujarnya kepada Bisnis.

    Rute ke Asia Timur, terutama Jepang, dipilih berdasarkan pertimbangan besarnya jumlah ekspor menuju ke wilayah tersebut. Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tengah melakukan negosiasi dengan tiga perusahaan pelayaran besar. Adapun rute yang dipertimbangkan lainnya antara lain, Eropa dan Amerika.

    Sayangnya, Elvyn belum dapat mengungkapkan perusahaan pelayaran tersebut mengingat jika negosiasi berhasil salah satu kapal dari perusahaan pelayaran tersebut harus melakukan re-routing.

    Dengan konsep super hub yang sudah disepakati, dia yakin pengguna jasa atau eksportir dan importir di Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu menekan biaya pengapalan barang 10% hingga 15 persen dibandingkan jika harus alih muat di Singapura atau Malaysia. "Ada beberapa contoh dari simulasi kita, itu bisa 10-15 persen dari kalau mereka melalui Singapura," paparnya. Dia menegaskan konsep super hub ini tidak akan menghilangkan pencatatan ekspor di masing-masing wilayah di Indonesia. Selain itu, dia mengaku Pelindo I-IV secara prinsip sudah bersepakat atas konsep ini.

    Namun, dia berharap Kementerian Perhubungan dapat mengatur lebih jelas terkait dengan tata cara alih muat ekspor dan impor dengan kapal besar dan fungsi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub utama atau sesuai konsep super hub. "Bentuknya semacam surat [edaran] lah. Tetapi di antara kita sebagai pengelola pelabuhan sudah melakukan pembicaraan ini," ungkapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?