Arus Balik Liburan, Ngurah Rai Dipadati Ribuan Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Ngurah Rai, Bali. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Bandara Ngurah Rai, Bali. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan penumpang rute domestik memadati Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada arus balik liburan tahun baru ini.

    General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi di Kuta, Kabupaten Badung, Senin (2 Januari 2017), menjelaskan sebagian besar penumpang memiliki tujuan akhir Jakarta dan Surabaya.

    Pergerakan keberangkatan penumpang domestik meninggalkan Pulau Dewata pada hari kedua tahun baru ini diperkirakan sebagai puncak arus balik mengingat sekarang adalah hari terakhir cuti bersama tahun baru.

    Data dari posko terpadu monitoring di bandara ini menunjukkan arus balik mulai terlihat sejak Minggu, 1 Januari 2017 dengan jumlah penumpang domestik meninggalkan Bali ada 17.827 orang atau meningkat 19 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 14.926 orang.

    Untuk jumlah penumpang yang tiba di Bali juga tergolong tinggi pada hari pertama tahun baru, yakni 13.959 orang atau naik 13 persen.

    Sedangkan untuk rute internasional, keberangkatan penumpang meninggalkan Bali ada 15.688 orang atau naik delapan persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

    Penumpang rute internasional yang tiba di sini masih tercatat tinggi yakni 12.623 orang atau melonjak 24 persen.

    Selama libur panjang Natal dan tahun baru, Bandara Ngurah Rai menerima 613 penerbangan tambahan yang diajukan sejumlah maskapai penerbangan untuk mengakomodasi tingginya lonjakan wisatawan ke Pulau Dewata.

    Penerbangan tambahan itu diajukan Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air, dan Lion Air.

    Total kursi dari penerbangan tambahan adalah 105.516 tempat duduk dengan pengajuan yang paling banyak oleh Lion Air dan Nam Air.

    Sebagian besar rute yang dilayani maskapai itu dalam penerbangan tambahan adalah Jakarta, Kuala Lumpur, Surabaya, Labuan Bajo, Makassar, Maumere, dan Waingapu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?